Wakil Gubernur Kalbar Lepas Jenazah Laurentius Herman Kadir

Editor : Dian Sastra

Pelepasan jenazah mantan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Laurentius Herman Kadir, yang digelar Pemprov Kalbar di rumah duka Santo Mikael Jalan Wahid Hasyim Pontianak, Rabu (3/3/2021) pagi. SUARAKALBAR.CO.ID/Ist

Mempawah (Suara Kalbar) - Wakil Gubernur Kalimantan Barat periode 2003-2008, Laurentius Herman Kadir, meninggal dunia di usia 79 tahun, Senin (1/3/2021).

Sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada mendiang LH Kadir, Pemprov Kalbar menggelar upacara pelepasan jenazah yang dipimpin Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, di Rumah Duka Santo Mikael Jalan Wahid Hasyim Pontianak, Rabu (3/3/2020) pagi.

Sementara prosesi pemakaman berlangsung hari ini juga di Pemakaman Katolik Santu Yusup, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Dalam sambutannya, Ria Norsan mengungkapkan, kepergian LH Kadir membuat daerah dan masyarakat Kalbar berduka, karena kehilangan salah satu putra terbaiknya.

Semasa hidup, mendiang telah menorehkan jejak langkah dalam perjalanan panjang pengabdian di pemerintahan Provinsi Kalimantar Barat.

Ria Norsan menceritakan, dalam perjalanan karirnya, LH Kadir merupakan pelaku sejarah dalam pasang surutnya dinamika pemerintahan daerah di Kalimantan Barat.

“Bukan hanya terkait berbagai jabatan yang diemban, tetapi juga kontribusi pemikiran-pemikiran dalam menjalankan tugas pemerintahan, maupun tugas-tugas khusus yang dipercayakan kepadanya,” katanya.

Sosok LH Kadir merupakan pemimpin yang dikenal dengan kesederhanaannya, humoris dan sangat peduli dengan bawahan. Tak hanya itu, ia bahkan merupakan figur yang selalu menjaga toleransi dengan sesama.

“Perbuatan baik yang dilakukan Bapak LH Kadir semasa hidup tentu akan selalu dikenang oleh kita semua,” katanya.

Ria Norsan menyebut, perjalanan karir LH Kadır mulai dari staf sampai menduduki jabatan strategis dan terakhir menjadi wakil gubernur, serta pemikiran-pemikirannya dan kontribusinya dalam pembangunan daerah, sudah tentu tercatat sebagai warisan/peninggalan untuk daerah dan masyarakat Kalbar.

“Nah, kita yang hadir di sini dan terutama segenap jajaran Pemprov Kalbar dan pemerintah kabupaten/kota se-Kalbar tentu wajib berterima kasih, atas dedikasi dan pengabdian beliau yang luar biasa besarnya bagi daerah,” ucapnya.

Ibarat pepatah lama yang berbunyi harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Maka mendiang LH Kadir telah mengukir namanya dengan sangat indah.

“Dan kita yang ditinggalkan hendaknya dapat meneladani beliau, serta dapat menjaga warisan dan amanahnya terutama dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah,” tutup Ria Norsan.

 

Penulis : Distra

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini