Pendarahan Hebat, Nenek Korban Penganiayaan di Toho Kondisinya Kini Kritis

Editor : Dian Sastra

Kepala Nenek As yang mengalami luka robek dan bersimbah darah di sejumlah bagian akibat penganiayaan seorang pemuda berinisial Fer di Toho, Kabupaten Mempawah. Polisi telah mengamankan tersangka Fer lewat upaya penangkapan yang dramatis ketika coba kabur ke Kabupaten Sambas. SUARAKALBAR.CO.ID/Ist

Mempawah (Suara Kalbar) - As, 67 tahun, warga salah satu desa di Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, kini masih dalam kondisi kritis paskapenganiayaan dan percobaan perampokan, Minggu (28/2/2021) lalu.

Kapolsek Toho, Iptu Dodi D Supeno, melalui Kanit Reskrim Ipda Ali Mahmudi, mengatakan, dari insiden penganiayaan dan percobaan perampokan oleh tersangka Her, korban As, mengalami luka cukup serius di bagian kepala.

"Saat pihak keluarga menyampaikan laporan secara resmi ke Mapolsek Toho, barang bukti yang disertakan adalah sebuah ceret air yang berisi darah korban. Tersangka Her kami nilai cukup sadis ketika melakukan penganiayaan," ujar Ali.

Dari hasil visum, As menderita luka robek di kepala dan memar di wajah, sehingga harus menjalani penjahitan oleh tim medis untuk menghentikan pendarahan.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi nenek As masih dalam perawatan intensif Tim Medis RSUD dr Rubini Mempawah. Pihak kepolisian dan pihak keluarga tengah berupaya mencari tambahan darah untuk menyelamatkan nyawa korban.

"Kondisi korban kini semakin kritis. Kami di Polsek Toho beserta pihak keluarga tengah berupaya memohon bantuan para donor darah untuk menyelamatkan nyawanya," pungkas Ali Mahmudi.

Seperti diberitakan, Tim Unit Reskrim Polsek Toho, Polres Mempawah, membekuk seorang pelaku penganiayaan dan percobaan perampokan terhadap seorang nenek bernama As, hingga berdarah-darah, Senin (1/3/2021) dinihari.

Pelaku penganiayaan yang tergolong kejam ini berinisial Fer, warga salah satu desa di Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah.

Meski berupaya melarikan diri ke hutan dan kemudian naik bus ke Pontianak, langkahnya terhenti saat petugas telah mengepungnya di dalam sebuah bus ketika hendak lari lagi ke Kabupaten Sambas.

Tersangka Fer yang sedang dibalut amarah--karena malam sebelumnya terlibat perkelahian dengan temannya akibat pengaruh minuman keras, hendak membalas dendam. Saat itu, ia membawa sebatang besi.

"Namun karena teman yang dicarinya telah kabur usai perkelahian itu, tersangka Fer beranjak pulang. Saat itu lah, ia melihat nenek As yang mengenakan kalung emas berukuran besar sedang menyapu halaman," jelas Ali Mahmudi.

Tiba-tiba timbul pikiran jahat dalam benak tersangka Fer. Ia lantas coba merampas kalung besar yang melingkar di leher Nenek As. Tapi sang nenek melakukan perlawanan dan berteriak.

Tersangka Fer yang masih di bawah pengaruh miras, tanpa ampun menghajar kepala Nenek As sebanyak dua kali dengan sebatang besi di tangannya. Meski dipukuli, sang nenek yang telah berdarah-darah terus berteriak.

"Hingga akhirnya, tersangka Fer yang gagal merampas kalung, langsung melarikan diri ke arah hutan hingga kami melakukan pengejaran. Meski kami telah memblokir kawasan hutan, tersangka Fer masih bisa naik bus dan kabur ke Pontianak," jelas Ali lagi.

Dari keterangan saksi yang melihat tersangka Fer naik bus, Unit Reskrim Polsek Toho berangkat ke Pontianak.

"Ketika kami tiba di Pontianak, ternyata tersangka Fer telah naik bus lagi untuk menuju ke Kabupaten Sambas. Bersama anggota, kami lantas menyisir bus-bus antar kota dan berhasil menemukan tersangka yang langsung kami ringkus tanpa perlawanan," jelas Ali lagi.


Penulis : Distra


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini