Kembali Berpantun, Gaya Uning Yadi di Mempawah Tolak Legalisasi Investasi Miras

Editor : Dian Sastra

Aryadi M. Nuh atau akrab disapa Uning Yadi yang menyuarakan penolakan legalitas investasi miras lewat pantun. SUARAKALBAR.CO.ID/Ist

Mempawah (Suara Kalbar) – Penetapan minuman keras (miras) sebagai daftar positif investasi (DPI) turut mendapat kecaman dan penolakan dari Kabupaten Mempawah.

Namun alih-alih merilis berita atau memanggil awak media, gaya unik Aryadi M Nuh, atau akrab disapa Uning Yadi, Tokoh Masyarakat Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, justru bikin banyak orang tersenyum simpul.

Pada Senin (1/3/2021) pagi, untuk menyuarakan lantang penolakan legalitas miras, Uning Yadi menggunakan sarana komunikasi budaya khas Melayu, yakni berpantun.

Berikut pantun menolak miras saat dikirim ke redaksi suarakalbar.co.id, biro Kabupaten Mempawah.

 

Pergi ke Tegal Membeli Beras

Pulangnye Mampir ke Jeruju

Siapepon Melegalkan Miras

Rakyat Indonesia Tetap Tak Setuju

 

Kue Baulu Tepong Beras

Enak Dimakan Maseh Panas

Carek Dana Tak Perlu Jual Miras

Indonesia Banyak Tambang Emas

 

Anak Kancel Berwarna Emas

Ditembak Pemburu Kena Di Telinge

Di Indonesia Banyak Tambang Emas

Hasel Kerje Same dan Pajaknye Lari Kemane

 

Membeli Jale ke Pasar Sambas

Jale Ditebar Dapat Udang dan Keramak

Daripade Carek Dana Dengan Miras

Bagos Minjam Duet dengan Bujang Rongak

 

Di ujung pantunnya, Uning Yadi mengatakan, melegalkan kebijakan investasi miras sama dengan mendukung peredaran miras di Indonesia, meski hanya diberlakukan di beberapa provinsi di Indonesia.

“Saya setuju dengan pernyataan Ketua MUI, Cholil Nafis. Ia menegaskan, alasan kearifan lokal yang disampaikan pemerintah, tidak bisa dijadikan dasar untuk menghalalkan legalitas investasi miras,” pungkasnya.

 

Penulis : Distra
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini