Kejam! Demi Seuntai Kalung, Pemuda di Toho Hajar Nenek Hingga Berdarah-Darah

Editor : Dian Sastra

Tersangka Fer dengan tangan terborgol saat diamankan Kanit Reskrim Polsek Toho, Polres Mempawah, Ipda Ali Mahmudi, usai melakukan pelarian panjang karena tindak penganiayaan dan percobaan perampokan terhadap Nenek As di Desa Kecurit, Kecamatan Toho. SUARAKALBAR.CO.ID/Ist

Mempawah (Suara Kalbar) - Tim Unit Reskrim Polsek Toho, Polres Mempawah, membekuk seorang pelaku penganiayaan dan percobaan perampokan terhadap seorang nenek bernama As, hingga berdarah-darah, Senin (1/3/2021) dinihari.

Pelaku penganiayaan yang tergolong kejam ini berinisial Fer, warga Desa Kecurit, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah.

Meski berupaya melarikan diri ke hutan dan kemudian naik bus ke Pontianak, langkahnya terhenti saat petugas telah mengepungnya di dalam sebuah bus ketika hendak lari lagi ke Kabupaten Sambas.

Kapolsek Toho, Iptu Dodi D. Supeno, melalui Kanit Reskrim Ipda Ali Mahmudi, mengatakan, penangkapan terhadap tersangka Fer cukup dramatis.

Dijelaskan Ali, korban As yang berusia 67 tahun, sebelum tindak penganiayaan itu, sedang menyapu halaman rumah, Minggu (28/2/2021) siang.

Tersangka Fer yang sedang dibalut amarah--karena malam sebelumnya terlibat perkelahian dengan temannya akibat pengaruh minuman keras, hendak membalas dendam. Saat itu, ia membawa sebatang besi. 

"Namun karena teman yang dicarinya telah kabur usai perkelahian itu, tersangka Fer beranjak pulang. Saat itu lah, ia melihat nenek As yang mengenakan kalung emas berukuran besar sedang menyapu halaman," jelas Ali Mahmudi.

Tiba-tiba timbul pikiran jahat dalam benak tersangka Fer. Ia lantas coba merampas kalung besar yang melingkar di leher Nenek As. Tapi sang nenek melakukan perlawanan dan berteriak.

Tersangka Fer yang masih di bawah pengaruh miras, tanpa ampun menghajar kepala Nenek As sebanyak dua kali dengan sebatang besi di tangannya. Meski dipukuli, sang nenek yang telah berdarah-darah terus berteriak.

"Hingga akhirnya, tersangka Fer yang gagal merampas kalung, langsung melarikan diri ke arah hutan hingga kami melakukan pengejaran. Meski kami telah memblokir kawasan hutan, tersangka Fer masih bisa naik bus dan kabur ke Pontianak," jelas Ali lagi.

Dari keterangan saksi yang melihat tersangka Fer naik bus, Unit Reskrim Polsek Toho berangkat ke Pontianak.

"Ketika kami tiba di Pontianak, ternyata tersangka Fer telah naik bus lagi untuk menuju ke Kabupaten Sambas. Bersama anggota, kami lantas menyisir bus-bus antar kota dan berhasil menemukan tersangka yang langsung kami ringkus tanpa perlawanan," jelas Ali lagi.

Hingga berita ini diturunkan, tersangka Fer masih dalam pemeriksaan Unit Reskrim Polsek Toho untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. 


Penulis : Distra


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini