Kapolres Mempawah Terjun Memimpin Simulasi Penanganan Karhutla Terpadu
![]() |
| Kapolres Mempawah, Fauzan Sukmawansyah, memimpin kegiatan simulasi penanganan karhutla terpadu bersama gabungan Polres Mempawah, Kodim 1201/Mph, BPBD, Manggala Agni dan KPH Kabupaten Mempawah di salah satu titik lahan masyarakat yang terbakar di Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, Kamis (18/3/2021). SUARAKALBAR.CO.ID/Ist |
Mempawah (Suara Kalbar) – Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah,
hari ini, Kamis 18 Maret 2021, genap berusia 42 tahun.
Alih-alih merayakan ulangtahunnya, Fauzan
Sukmawansyah justru terjun ke lapangan untuk memimpin kegiatan simulasi
penanganan karhutla oleh gabungan Polres Mempawah, Kodim 1201/Mph, BPBD,
Manggala Agni dan KPH Kabupaten Mempawah.
Simulasi penanganan karhutla terpadu ini diawali dengan apel
konsolidasi yang dipimpin Kabag Ops Polres Mempawah, Kompol Abdul Rachman.
Sementara anggota tim terdiri atas Satgasops Bina Karuna
Polres Mempawah, satu regu damkar masing-masing dari Kodim 1201/Mph, BPBD, KPH,
dan Manggala Agni.
Usai apel konsolidasi, Tim Terpadu Karhutla Mempawah menuju
ke titik-titik lahan masyarakat yang terbakar, yakni di Dusun Moton Panjang,
Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, sekitar pukul 10.00 WIB.
Saat Kapolres Fauzan Sukmawansyah tiba di sana, ia mendapat
sambutan hangat dari para koleganya yang menyampaikan selamat ulang tahun
dengan salam tangan terkepal, sebagai salam umum di tengah pandemi Covid-19.
Namun tak ingin membuang waktu, Kapolres langsung terjun ke
lapangan memimpin simulasi penanganan karhutla yang menggunakan selang
sepanjang 830 meter.
“Dengan selang damkar 830 meter, Insya Allah daya jangkau tim
kita untuk melakukan pemadaman akan semakin jauh. Kita tinggal mensiasati
sumber air saja, agar pelaksanaan operasi pemadaman berjalan lancar,” ujarnya
seraya menyeka peluh.
![]() |
| Simulasi penanganan karhutla menggunakan selang sepanjang 830 meter sehingga daya jangkau tim terpadu di Mempawah untuk memadamkan api semakin jauh. SUARAKALBAR.CO.ID/Ist |
Fauzan mengatakan, pelaksanaan simulasi terpadu pengananan
karhutla ini, merupakan tindak lanjut dari arahan Wakil Bupati Mempawah,
Muhammad Pagi, pada rapat evaluasi penanganan karhutla, beberapa waktu lalu.
“Dari hasil simulasi yang kita gelar tadi, kita mendapatkan
fakta-fakta penting tentang perlunya koordinasi dan soliditas yang kuat di
lapangan saat menangani karhutla agar tingkat keberhasilan semakin tinggi,”
tegasnya.
Pun demikian Kapolres memastikan, tetap harus dilakukan
sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat supaya bersama-sama mencegah
karhutla, salahsatunya tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Penulis : Distra







