Disambut Isak Tangis, Korban Pengantin Pesanan di Tiongkok Dipulangkan ke Mempawah

Editor : Dian Sastra

Pihak keluarga menandatangani berita acara serah terima ND di kediamannya, salah satu desa di Kecamatan Mempawah Hilir, Kamis (4/3/2021) malam. Serah terima disaksikan SBMI Mempawah, perwakilan Kemenlu RI, Kemensos RI, Dinas Sosial Provinsi Kalbar dan Dinas Sosial Kabupaten Mempawah. SUARAKALBAR.CO.ID/Ist

Mempawah (Suara Kalbar) – Wanita cantik, sebut saja ND, yang selama lima tahun diduga menjadi korban sindikat “pengantin pesanan” di Tiongkok, berhasil dipulangkan ke kampung halaman di salah satu desa di Kecamatan Mempawah Hilir, Kamis (4/3/2021) malam.

Begitu tiba di rumah, isak tangis pun tak terbendung. Baik ND maupun pihak keluarga, saling memeluk karena telah lima tahun mereka berpisah dan putus komunikasi.

Iswandi, Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Mempawah, mengaku lega ketika ND telah tiba di rumah.

Menurutnya, perjuangan untuk memulangkan korban sindikat pengantin pesanan (mail order bride) di Tiongkok itu, sangat tidak mudah.

Ini semua berkat kerja keras pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, beserta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing, yang intens berkomunikasi dengan Pemerintah Tiongkok.

“Akhirnya, setelah melalui perjalanan panjang dan melelahkan, kita bersyukur ND saat ini telah berada di kampung halamannya,  yakni di Mempawah,” ujar Iswandi yang didampingi Sekretaris SBMI, Juli Mo, beserta pengurus SBMI Mempawah.

Iswandi menuturkan, proses pemulangan ND berawal pada bulan Oktober 2020, ketika orangtuanya menghubungi SBMI Mempawah dan menceritakan tentang sang anak perempuan yang berada di Tiongkok dan tidak bisa dihubungi.

Setelah dilakukan konfirmasi, ternyata ND sejak 2016 menikah dengan warga Tiongkok dengan proses perjodohan yang tidak lazim. Artinya, orang-orang yang berperan penting dalam perjodohan tersebut, selama ini dikenal ada kaitannya dengan sindikat tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kalimantan Barat.

“Awalnya, ND dan keluarga tinggal di Kabupaten Kubu Raya. Namun sesungguhnya ND maupun orangtuanya adalah warga Mempawah Hilir, dan beberapa tahun terakhir mereka pulang kampung,” jelas Iswandi.

Mendapat laporan orangtua ND, maka SBMI Mempawah mengambil angkah-langkah cepat untuk memulangkan ND. Misalnya, menyurati Direktur Perlindungan WNI dan BHI di Kementerian Luar Negeri untuk diteruskan ke KBRI di Beijing.

Kemenlu RI, tambah Iswandi, sempat juga kebingungan untuk menghubungi ND yang telah lama tahun menghilang dan putus kontak dengan keluarga.

“Maka SBMI Mempawah berupaya mencari nomor kontak ND. Hingga akhirnya, kerja keras kami membuahkan hasil. Kami bisa berkomunikasi dengan ND. Terbukti, selama lima tahun, ND sengaja diproteksi pihak suami di Tiongkok agar tak berhubungan dengan dunia luar. Jadi sangat tertutup sekali,” jelasnya.

Saat ketahuan berkomunikasi dengan SBMI saja, ND mengaku dirinya menjadi korban kekerasan suami dan keluarganya. Kekerasan ini hampir setiap hari. Ini memperkuat dugaan SBMI, bahwa ND menjadi korban TPPO.

Dari komunikasi intens antara SBMI Mempawah, Kemenlu RI dan KBRI di Beijing, akhirnya keberadaan dan posisi ND bisa diketahui. Hanya saja, kendala yang dihadapi adalah, pihak pemerintah Indonesia tak bisa langsung menjemputnya.

“Namun kami tak putus asa. Komunikasi terus kami lakukan dengan ND. Hingga akhirnya, dalam satu kesempatan, ia berhasil kabur dari rumah suaminya, naik taksi menuju ke KBRI di Beijing,” papar Iswandi.

Setelah tahu ND berhasil kabur ke KBRI, SBMI Mempawah pun lantas mentransfer sejumlah uang kepada pihak perusahaan taksi untuk membayar ongkos kepergiannya dari rumah itu.

Meski telah aman di KBRI, ternyata ND tak bisa langsung pulang ke Indonesia. Sebab perlu waktu dua bulan untuk mengurus proses perceraian berdasarkan hukum negara Tiongkok.

“Nah, setelah resmi bercerai, ND pun langsung dipulangkan. Di Indonesia, ia disambut Kemenlu RI dan pihak Kemensos RI untuk dirujuk ke shelter pemulihan atau rehabilitasi atas trauma yang dialaminya selama ini,” ungkapnya.

Setelah 20 hari ditangani Kemensos RI, maka pada Kamis (4/3/2021), ND dibawa pulang ke kampung halaman. ND tiba di Mempawah sore tadi, sekitar pukul 18.00 WIB dan disambut penuh keharuan oleh pihak keluarga.

Kepulangan ND tampak didampingi SBMI Kabupaten Mempawah, perwakilan Kemenlu RI, Kemensos RI, Dinas Sosial Provinsi Kalbar dan Dinas Sosial Kabupaten Mempawah.

 

Penulis : Distra

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini