PBB Luncurkan Satu Dekade Studi Kelautan

Suarakalbar 02

 

Pemutihan karang di Great Barrier Reef, 6 April 2020 (Foto: VOA)

Suara Kalbar- Kita mengandalkan lautan untuk pasokan lebih dari 50 persen oksigen bumi - namun sepuluh tahun mendatang menjadi waktu yang kritis bagi lautan.

Itulah sebabnya PBB meluncurkan satu dekade "Ocean Science for Sustainable Development " (Ilmu Kelautan untuk Pembangunan Berkelanjutan), sebuah prakarsa utama global untuk memperdalam pengetahuan ilmiah tentang lautan.

Komisi Oseanografi Antarpemerintah yang diprakarsai UNESCO mengadakan acara virtual tingkat tinggi itu untuk meluncurkan Satu Dekade Lautan sekaligus menyoroti sejumlah tantangan dan peluang yang akan datang.

Pembukaan 'A Brave New Ocean' dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres.

"Lebih dari 80 persen lautan kita belum dipetakan dan belum dijelajahi. Namun pendanaan pada ilmu kelautan masih dalam jumlah yang sangat kecil. Untuk memulihkan lingkungan di lautan sekitar diperlukan suatu pengetahuan, sebuah revolusi ilmu kelautan," jelasnya.

Para pemimpin global yang mewakili pemerintah, badan-badan PBB, dan pakar ilmu kelautan turut hadir dan berbicara dalam acara tersebut. Acara itu juga menayangkan beberapa video dan diskusi panel secara langsung.

“Ini merupakan upaya untuk meningkatkan momentum, sumber daya untuk Decade of Ocean Science for Sustainable Development sebagai upaya memperbanyak ilmu untuk mengelola laut dan menjauhkan laut dari kehancuran, menuju jalur manajemen berkelanjutan yang ilmiah dengan menggunakan kerangka yang perlu dikembangkan atau alat-alat yang sudah ada,” jelas Dr Vladimir Ryabinin, Asisten Direktur Jenderal UNESCO dan Ketua Ocean Decade.

Ryabinin menyampaikan UNESCO bertujuan untuk menjadikan ilmu kelautan lebih utama dan mendidik masyarakat betapa pentingnya laut dalam kehidupan sehari-hari.

Berkaitan situasi pandemi COVID-19, Ryabinin menambahkan bahwa sangat diperlukan penelitian yang lebih banyak terkait peran lautan dalam perkembangan medis.

“Lautan dapat menghasilkan beberapa senyawa yang mampu menghancurkan resistensi bakteri terhadap antibiotik dan banyak warga sekarang meninggal di rumah sakit, bukan karena virus corona melainkan infeksi sekunder. Jadi, ada unsur antivirus juga stimulasi kekebalan tubuh... Jadi, ilmu ini sangat dibutuhkan."

Komisi Oseanografi Antarpemerintah UNESCO mencanangkan tahun 2021 sebagai "tahun yang super" untuk lautan karena sepuluh tahun komitmen PBB tersebut. Ryabinin menegaskan pendidikan dan keterlibatan kini menjadi kunci keberhasilannya

"Melalui pengembangan literasi kelautan sebagai cara menyajikan kepada masyarakat peran dan manfaat laut dalam kehidupan dan masukan mereka terhadap laut. Melalui sekolah, kita ingin mengubah sikap yang ada dalam komunitas terestrial. Ini membutuhkan keterlibatan yang besar," jelasnya.

Ryabinin berharap banyak hal yang akan dimulai tahun 2021 yang dinilai sebagai tahun yang super. Dia menambahkan bahwa semua itu tergantung sepenuhnya pada diri kita sendiri. 

Sumber: VOA

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini