Gubernur Kalbar : Bahasa Ibu Penting Buat Anak

Editor : Dina Prihatini Wardoyo

Gubernur Kalbar Sutarmidji didampingi Kadisdik Kalbar Sugeng saat menghadiri Webinae Festival Bahasa Ibu.
SUARAKALBAR.CO.ID/Adpim Kalbar

Pontianak
(Suara Kalbar) - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., menghadiri Webinar Dalam Rangka Festival Bahasa Ibu 2021.

Keragaman bahasa semakin terancam karena semakin banyak bahasa yang menghilang. Di Indonesia, kurang lebih 11 bahasa daerah yang hilang di Kalbar. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh insan di Kalbar untuk terus melestarikan bahasa ibu yang ada.

Gubernur Kalbar dalam keynote speech menyampaikan di Pemerintah Provinsi Kalbar sudah ada Pergub Nomor 154 Tahun 2016 tentang Pembelajaran Muatan Lokal Budaya Daerah di Provinsi Kalbar, yang harus diajarkan adalah bahasa daerah atau bahasa ibu.

“Bahasa ibu adalah bahasa yang pertama kali didengar oleh anak yang baru belajar bicara. Yang memprihatinkan anak yang baru pandai bicara, tetapi orang tua kadang mengajak dia berbicara bahasa asing, itu salah,” ungkapnya di Ruang Data Analisis Kantor Gubernur Kalbar.

Dia menyarankan kepada kita semua untuk mengkampanyekan komunikasi pertama kali kepada anak ketika mulai bisa berbicara adalah menggunakan bahasa ibu.

“Jangan sampai dia tidak pernah atau bahasa daerah atau bahasa ibu dan jangan sampai juga tidak mengenalkan bahasa nasional atau bahasa Indonesia. Jangan kira menggunakan bahasa asing dapat meningkatkan intelektualnya, belum tentu juga,” ungkap H.Sutarmidji.

Berbagai literatur penulis mengatakan tumbuh kembang anak itu dimulai dari bahasa ibu bagaimana penyampaian bahasa pada anak.

“Semakin anak paham tentang bahasa ibu, semakin mudah untuk berkomunikasi dengan bahasa lain, karena kebiasaan komunikasi sehari-hari yang sering didengarnya dirumah,” kata Gubernur Kalbar.

Gubernur Kalbar juga menyampaikan bahasa ibu sebagai bahasa interaksi kepada masyarakat diberbagai tempat misalnya di warung kopi, serta melakukan transaksi di pasar tradisional yang akan membuat komunikasi jadi lancar.

“Kadang kalau kita menggunakan bahasa asing maka seakan-akan menempatkan  pada kelas-kelas intelektual tertentu, sehingga komunikasinya tidak akan baik,”jelasnya.

Upaya yang dilakukan melalui gerakan literasi adalah dengan menerbitkan kamus-kamus bahasa daerah atau bahasa ibu. Tujuannya adalah dapat melestarikan khazanah budaya daerah.

“Saya sependapat bahasa daerah atau bahasa ibu ini jangan sampai punah, mungkin setiap tahun ada bahasa ibu didunia ini yang telah punah. Sehingga membuat kamus bahasa daerah itu sangat penting serta harus mensosialisasikannya,” pintanya.

Gubernur Kalbar sangat mendukung dalam melestarikan bahasa ibu tanpa mengurangi pemahaman terhadap bahasa nasional maupun bahasa asing.

“Bahasa untuk memudahkan kita berinteraksi dengan segala bidang dalam segala aspek, jangan kita biarkan bahasa ibu atau bahasa daerah ditempat kita hilang begitu saja,” pesan Gubernur Kalbar.

Dalam webinar ini Gubernur Kalbar turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Drs.Sugeng Hariadi,MM.

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini