Belajar Tatap Muka 22 Februari, Ibu-Ibu di Mempawah Berburu Masker dan Perlengkapan Sekolah
![]() |
| Asnawati, penjaga Toko Sakura Mempawah, melayani kaum ibu yang membeli perlengkapan sekolah terkait dimulainya proses belajar-mengajar tatap muka pada 22 Februari 2021. SUARAKALBAR.CO.ID/Dian Sastra |
Mempawah (Suara Kalbar) – Dimulainya proses belajar-mengajar
tatap muka pada Senin, 22 Februari 2021, membuat para ibu di Mempawah, mulai berbelanja
masker, hand sanitizer, face shield hingga perlengkapan sekolah.
“Satu tahun anak-anak saya “libur” sekolah, buku-buku,
pulpen, pensil dan perlengkapan lainnya sudah rusak dan lecek. Hari ini saya
terpaksa beli baru, sebab Senin lusa anak-anak sudah masuk (sekolah) lagi,”
kata Anita, warga Mempawah, ketika ditemui di Jalan Mawar Pasar Mempawah, Sabtu
(20/2/2021) siang.
Tak hanya perlengkapan sekolah, Anita mengaku, dirinya tadi juga
membelikan anak-anaknya masker dan hand sanitizer.
“Saya beli masker kain, jadi bisa dicuci dan dipakai
berulang kali. Satu masker harga Rp 8.000. Karena anak saya dua, di SD dan SMP,
jadi belinya empat,” ujarnya.
“Kalo beli masker yang kotak sekali pakai, masih mahal Rp 50
ribu isinya 50 lembar. Hand sanitizer juga beli, yang kecil-kecil saja agar tak
memberatkan keuangan,” ujarnya lagi seraya tertawa.
Pembelian masker dan hand sanitizer, tambah Anita, sebagai
antisipasi agar anak-anaknya tetap terjaga dari bahaya Covid-19.
“Saya juga pesan sama anak-anak, jangan bermain dulu di
sekolahan. Belajar ya belajar, setelah itu harus pulang ke rumah. Saya masih
mengkhawatirkan Covid-19 meski tidak lagi takut seperti dulu,” ujarnya.
Ia yakin, langkah pemerintah yang mengijinkan dimulainya
proses pembelajaran tatap muka, merupakan kebijakan yang terbaik demi kemajuan dunia
pendidikan yang lebih dari setahun stagnan.
Sementara itu, sejumlah pemilik toko maupun mini market di
Mempawah yang menjual masker, hand sanitizer maupun perlengkapan sekolah, mengakui
mulai tingginya permintaan menjelang belajar tatap muka.
Di Toko Sakura Mempawah, misalnya. Toko yang paling senior menjual
perlengkapan sekolah ini, sejak Jumat kemarin, semakin ramai didatangi kaum
ibu. Pembeli datang untuk mencari buku, pulpen, penghapus cair dan pensil.
“Sejak kemarin mulai ramai yang beli perlengkapan sekolah.
Stok di toko kami aman, jadi tidak khawatir kehabisan meski ada lonjakan permintaan,”
ujar Asnawati, penjaga toko Sakura dengan nada ramah.
Ia memprediksi, lonjakan pembelian perlengkapan sekolah akan
terjadi pada besok, Minggu, 21 Februari.
Penulis : Distra






