Akibat Pandemi, Imlek di Sanggau Dirayakan Tanpa Naga Barongsai dan Kembang Api
![]() |
| Suasana di Pekong Kabupaten Sanggau SUARA KALBAR/Foto: Darmansyah |
Sanggau (Suara Kalbar) – Belum berkurangnya pandemi Covid-19 membuat beberapa acara yang biasa dilakukan meriah dalam merayakan imlek terpaksa tidak dilaksanakan oleh warga Tionghoa di Kabupaten Sanggau.
Termasuk berbagai kegiatan kebudayaan yang semula sudah direncanakan bersama Pemkab Sanggau terpaksa dibatalkan.
Wakil Ketua Pekong Tri Dharma Sanggau, Liu Chen Khiong atau biasa disapa Akhiong menyampaikan pihaknya juga telah melarang kegiatan–kegiatan seperti permainan naga atau barongsai bahkan pesta kembang api yang berpotensi mengumpulkan masa dalam jumlah yang banyak.
“Pada dasarnya kami menghindari terjadinya kerumunan banyak orang dalam kegiatan–kegiatan seperti permainan naga atau barongsai maupun pesta kembang api. Kami sudah sampaikan bahwa kami tidak mengizinkan ada hal tersebut,” katanya.
Masyarakat Tionghoa pun memilih cara lewat media sosial (medsos) sebagai alternatif menjalin komunikasi dengan keluarga saat perayaan imlek nanti.
“Suasanakan masih Covid–19. Kami juga harus berupaya untuk mencegah penyebaran Covid–19 saat imlek tahun ini. Kami bisa manfaatkan medsos untuk bersilaturami dengan keluarga atau yang lainnya,” ujar Ferry Lim salah seorang warga Sanggau keturunan Tionghoa.
Diungkapkan Ferry Lim tidak merayakan Imlek secara besar-besaran merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, khususnya Pemerintah Kabupaten Sanggau dalam upaya mencegah penyebaran dan memutus mata rantai penyebaran Covid–19 pada Perayaan Hari Raya Imlek.
“Jadi tahun ini tidak mengundang orang banyak seperti perayaan–perayaan Imlek tahun–tahun sebelumnya. Kita sama–sama menjaga supaya terhindar dari wabah. Ini bentuk dukungan kita supaya pandemi ini tidak berlarut – larut,” ujarnya.
Untuk bersilahturami dengan keluarga, ditambahkannya terutama kepada mereka yang jauh, ia akan memanfaatkan media sosial.
“Kalau saya bisa pakai media sosial seperti memberikan ucapan Hari Raya Imlek. Lalu, video call dengan aplikasi WhatsApp atau cara lain. Sekarang sudah banyak aplikasi yang bisa digunakan,” tutupnya.
Penulis: Darmansyah






