244 Sekolah di Mempawah Diijinkan Pembelajaran Tatap Muka 22 Februari

Editor : Dian Sastra

Kepala Disdikporapar Kabupaten Mempawah, El Zuratnam. SUARAKALBAR.CO.ID/Ist

Mempawah (Suara Kalbar) – Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disdikporapar) Kabupaten Mempawah, Jumat (19/2/2021) sore, baru saja menyelesaikan proses penjaringan bagi seluruh sekolah.

Penjaringan dilakukan Disdikporapar Mempawah, untuk memastikan layak atau tidaknya sekolah-sekolah di Kabupaten Mempawah untuk menyelenggarakan proses belajar tatap muka.

Hasilnya, sebanyak 7 PAUD, 190 SD dan 47 SMP se Kabupaten Mempawah dinyatakan layak untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka yang akan dimulai pada Senin, 22 Februari 2021.

Kepala Disdikporar Kabupaten Mempawah, El Zuratnam, mengatakan, pemberian ijin pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan PAUD, SD, SMP negeri/swasta, tidak sembarangan.

Pihak sekolah, tambahnya, harus memenuhi kriteria dan persyaratan instrumen kesiapan sarana protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di sekolah masing-masing, kemudian telah mengantongi surat ijin orangtua atau wali murid, serta sejumlah persyaratan lainnya.

“Karena itu, baru sore ini kita selesai melakukan pendataan seluruh sekolah di satuan pendidikan PAUD, SD, SMP negeri/swasta di Kabupaten Mempawah. Hasilnya, 7 PAUD, 190 SD dan 47 SMP negeri/swasta, kita ijinkan untuk melaksanakan proses pembelajaran tatap muka pada 22 Februari tersebut,” tegas El Zuratnam.

Sore ini juga, tambahnya, daftar sekolah yang diijinkan untuk memulai proses belajar mengajar tatap muka akan disampaikan ke kepala sekolah masing-masing. Begitu pula dengan yang tidak mendapat ijin.

“Bagi pihak sekolah yang belum mendapat ijin, maka tidak diperbolehkan memulai proses belajar-mengajar, hingga memenuhi segala persyaratan yang ditentukan demi keselamatan bersama, khususnya bagi anak didik,” ujar dia.

Untuk jenjang PAUD, papar El Zuratnam, pembelajaran tatap muka dilaksanakan dengan jumlah peserta didik paling banyak lima orang dalam satu kelas/shift. Masa belajar, dua jam pelajaran (60 menit). Itu berarti, satu jam pelajaran lamanya 30 menit per shift, tanpa ada kegiatan di luar kelas.

Sedangkan pembelajaran tatap muka di jenjang SD dan SMP, dilaksanakan dengan jumlah peserta didik paling banyak 18 orang dalam satu kelas/shift. Masa belajar, empat jam pelajaran (120 menit). Itu berarti, satu jam pelajaran lamanya 30 menit per shift, tanpa ada kegiatan di luar kelas.

“Untuk satuan pendidikan SD dan SMP negeri/swasta yang jumlah peserta didiknya di bawah 18 orang, jadwal pelaksanaan tatap muka hendaknya dapat disesuaikan,” jelas El Zuratnam lagi.

Disdikporapar Kabupaten Mempawah juga telah mengatur jadwal pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Pada Senin hingga Kamis, untuk shift 1 dimulai pukul 07.00 – 09.00 WIB, sedangkan shift 2, dimulai pukul 10.00 – 12.00 WIB.

Sementara di hari Jumat, jadwal pembelajaran shift 1 mulai pukul 07.00 – 08.30 WIB dan shift 2 pukul 09.00 – 10.30 WIB.

 

Penulis : Distra

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini