Warga Belitang dan Belitang Hulu Protes Jalan Rusak, Ini Tuntutanya

Editor : Suhendra Yusri
Penyampaian oleh Perwakilan Warga Belitang Hulu, Martinus Jubi, Kamis (14/1/2021).

Sekadau (Suara Kalbar) - Perwakilan Warga Kecamatan Belitang dan Belitang Hulu melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Sekadau terkait akses jalan rusak dari Desa Menua Prama menuju Desa Padak Kecamatan Belitang Hulu di Kantor Bupati Sekadau, Kamis (14/1/2021).

Diantara tuntutan yang disampaikan adalah agar proses perbaikan jalan tepatnya di SP 5 Padak segera diselesaikan. Perwakilan Warga Kecamatan Belitang Hulu, Martinus Jubi mengatakan kondisi jalan saat ini antara Desa Padak Kecamatan Belitang menuju Desa Balai Sepuak Kecamatan Belitang Hulu rusak parah sehingga menyebabkan terhambat dan terganggunya transportasi darat dari dan ke kedua kecamatan tersebut.

"Kerusakan parah terjadi dikarenakan adanya  kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana rehabilitasi penanganan banjir di Jalan SP 2 Kumpang Ilong Kecamatan Belitang Hulu dengan panjang 550 meter," ujar Martinus Jubi saat melakukan audiensi di bersama Pemda Sekadau, Kamis (14/1/2021). 

Dia menegaskan pekerjaan tersebut hingga hari ini belum selesai dikerjakan dan pihaknya juga tidak mencari siapa yang benar dan siapa yang salah terkait kondisi ruas jalan yang rusak tersebut, tapi ingin mencari solusi bersama Pemerintah Kabupaten Sekadau.

Ia juga menyebut kerusakan parah terutama di titik proyek pekerjaan jalan tersebut juga mengakibatkan terhambatnya mobilitas aktivitas orang dan angkutan barang dari dan menuju Kecamatan Belitang Hulu.

"Dampak nyata yang ditimbulkan diantaranya  akses transportasi darat yaitu kendaraan roda empat dan roda enam termasuk kendaraan roda dua tidak dapat melalui jalan rusak tersebut sejak Bulan November hingga hari ini dengan diperparah oleh kondisi hujan yang tinggi saat ini," katanya.

Selain itu, mobilitas sosial kemasyarakatan juga terganggu atau kendaraan roda dua harus dipikul sebanyak tiga kali yaitu di titik Desa Selintah SP 5 dan dua titik di Desa Padak dengan menghabiskan biaya sebesar Rp 120 ribu.

"Ada warga kita yang menyampaikan fakta yang ada dan tentu kita tidak mengarang dalam penyampaian ini," tegasnya.

Aktivitas ekonomi masyarakat juga terhambat yang mengakibatkan harga barang kebutuhan pokok melambung seperti harga elpiji 3 kiogram menyentuh harga Rp 60 ribu per tabung dan bensin yang kini naik sebesar Rp 12 ribu dari sebelumnya Rp 10 ribu demgan ketersediaan yang terbatas karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan untuk dilalui transportasi darat.

Mobilitas kendaraan darurat kesehatan atau ambulan tidak dapat beroperasi yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terlebih di masa pandemi Covid-19. Aktivitas ekonomi seperti pengangkutan TBS dari kebun menuju pabrik pengolahan tidak dapat dilakukan.

"Atas nama pengguna jalan di Kecamatan Belitang dan Belitang Hulu meminta kepada Pemda Sekadau untuk mengambil kebijakan yang strategi untuk menangani kerusakan jalan tersebut," pungkasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Sekadau, Matius Jhon mengatakan secara teknis pengerjaan terdiri dari dua sekmen yaitu pasangan batu dan pelapisan atas jalan tersebut. 

"Namun dalam pengerjaan kedua sekmen pengerjaan tersebut terkendala dimusim penghujan dan terjadi banjir," katanya.

Atas kerusakan tersebut, Matius Jon menyebut Pemda Sekadau akan segera menyelesaikan pekerjaan tersebut yang mengakibatkan kerusakan jalan.

Hadir dalam kegiatan audiensi tersebut Asisten 1, Asisten 2 dan Asisten 3 Bupati Sekadau, Kepala BPBD Sekadau, Kepala PUPR, Polres Sekadau yang diwakili Kabag Ops, Konsultan PUPR dan beberapa warga perwakilan dari Kecamatan Belitang dan Belitang Hulu.

Penulis : Tambong Sudiyono

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini