Syekh Ali Jaber Mengaku Kelelahan, Sahabat Dekat Tak Yakin karena Covid-19

Editor : Dian Sastra

Sahabat dekat, Rino Trisno, yang berswafoto berlatarbelakang Syekh Ali Jaber ketika hendak menaiki pesawat untuk berdakwah di salahsatu kabupaten di perhuluan Kalbar beberapa tahun lalu. SUARAKALBAR.CO.ID/Ist

Mempawah (Suara Kalbar)-Imam Masjid Nabawi, Syekh Ali Jaber, semasa hidupnya memang ulet berdakwah berkeliling Indonesia.

Demi Syiar Islam di negeri gemah ripah loh jinawi ini, Syekh Ali Jaber rela meninggalkan “manisnya” kehidupan di Madinah, Arab Saudi.

Di Kalimantan Barat, tercatat seluruh kabupaten/kota telah disinggahi Syekh Ali Jaber untuk menyampaikan pesan-pesan religi.

Selama berdakwah di Kalimantan Barat, Syekh Ali Jaber selalu minta didampingi oleh Rino Trisno, sahabat dekatnya yang merupakan pengusaha jasa perjalanan di Kelurahan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah.

Berdasarkan catatan suarakalbar.co.id, umumnya, ulama hafidz Alquran ini hadir berdakwah atas undangan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kalbar yang dipimpin Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan.

“Iya, seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Barat telah dijelajahi Syekh Ali Jaber semasa hidupnya untuk berdakwah. Kecuali di Kabupaten Bengkayang, beliau tidak ke Kota Bengkayang, tapi berdakwah di Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya,” jelas Rino Trisno, yang dihubungi suarakalbar.co.id via telepon selular.

Syekh Ali Jaber pernah menyampaikan perasaan bahagianya jika hendak berdakwah ke Kalimantan Barat. Tidak saja sambutan para ulama yang luar biasa, masyarakat Kalbar juga dinilainya sangat menyukai tausiahnya.

“Sebulan lalu, merupakan pertemuan langsung diri saya dengan dengan beliau (Syekh Ali Jaber) di kediaman Rawamangun, Jakarta Timur,” jelas Rino lagi.

Saat itu, kondisi Syekh Ali Jaber di mata Rino, sudah terlihat kurang sehat. Tubuhnya kurus dan wajahnya tampak pucat.

“Saya menduga beliau (Syekh Ali Jaber) sudah menderita sakit, juga karena kelelahan. Sebab dua minggu sebelum kami bertemu, saya mendapat kabar beliau sempat masuk rumahsakit karena kelelahan di Purwakarta,” ungkap Rino.

Karenanya, Rino tidak yakin jika Syekh Ali Jaber meninggal dunia karena menderita Covid-19 seperti yang ditulis sejumlah media nasional.

“Terlepas dari apa penyakit yang diderita beliau, ini sudah ketentuan Allah SWT. Kepergian beliau meski kita ambil hikmahnya untuk terus melanjutkan dakwah di bumi Nusantara,” harap Rino.

Rino juga mengajak seluruh masyarakat muslim di Kalimantan Barat untuk bersama-sama menggelar shalat ghoib dan mendoakan agar amal ibadah Syekh Ali Jaber diterima Allah SWT.

 

Penulis : Distra
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini