Suami Shock, Lima Keluarga Termasuk Istri dan Anak Jadi Korban Pesawat Sriwijaya SJ-182

Editor : Dina Prihatini Wardoyo

Pak Pung, Perwakilan Keluarga dari Lima Keluarga yang menjadi korban Pesawat Sriwijaya SJ-182 
SUARA KALBAR/Foto:Pri 

Pontianak
(Suara Kalbar) - Pesawat Sriwijaya SJ-182 yang jatuh diperairan Pulau Laki, sebelah barat Kepulauan Seribu jatuh saat akan terbang dari Jakarta menuju Kota Pontianak pada 9 Januari 2021.

Salah satu dari 40 penumpang pesawat Sriwijaya Air merupakan satu keluarga usai melakukan perjalanan dari Kota Bandung sebanyak lima orang.

Hadi Purnomo, perwakilan keluarga korban mengakui jika Toni Ismail, Rahmawati yang merupakan suami istri membawa anak perempuan bernama Ratih Windania dan cucu serta ponakan, Yumna dan Athar.

Kelima keluarga tersebut dijelaskan Pak Pung, panggilan akrabnya melakukan perjalanan ke Kota Bandung untuk menjenguk anak laki-laki mereka.

"Dirumah ini tinggal suaminya ratih karena Pak Toni, istri kemudian anaknya Ratih yang membawa anak dan ponakan, Yumna dan Athar semua ke Bandung. Mereka rencana terbang dari Jakarta kemarin namun kami mendengar kabar kehilangan kontak hingga hari ini kami belum menerima laporan," ungkap Pak Pung kepada suarakalbar.co.id, Minggu (10/1/2021).

Dijelaskan Pak Pung, suami dari Ratih, salah satu korban saat ini sedang beristirahat karena dari hari ia akan menjemput istri kedua mertua dan anak juga ponakannya, suami dari Ratih mengalami keletihan karena harus menunggu hasil dari pihak Sriwijaya akan nasib anak istri dan mertuanya.

"Kebetulan si Ratih suaminya tinggal disini dengan keadaan shock, jadi kami suruh istirahat," tegasnya.

Hari ini, dijelaskan Pak Pung pihak keluarga telah melakukan pengecekan DNA dari keluarga besar agar mendapatkan data valid sehingga jika ditemukan informasi terkait kelima keluarga pihak Sriwijaya dan Basarnas akan mengubungi keluarga.

"Tadi sudah DNA dan nanti malam akan tahlilan karena saya dari keluarga tertua sudah koordinasi dengan keluarga besar untuk menyampaikan ini," jelasnya.

Pak Pung menambahkan keluarga besar berharap ada keajaiban untuk kelima keluarganya meski mereka ikhlas dan akan terus mendoakan untuk kelima keluarga tersebut.

"Kami ikhlas insha Allah sembari menunggu hasil dari tim Basarnas serta pemerintah akan keberadaan lima keluarga kami," pungkasnya.


Penulis: Pri

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini