Soroti Kasus Covid-19, Sutarmidji: KKU dan Mempawah Bahaya Karena Tak Lakukan Swab
![]() |
| Gubernur Kalbar Sutarmidji. SUARAKALBAR.CO.ID/Pri |
Pontianak (Suara Kalbar) – Menekan tingkat keterjangkitan akan virus Covid-19 agar semakin tak menyebar di Kalimantan Barat terus dilakukan.
Beberapa kawasan di 14 Kabupaten/Kota di Kalbar, diakui Gubernur Kalbar Sutarmdiji beberapa masih tak ikuti aturan untuk menswab dan mengirimkan sample ke Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar guna mengetahui tingkat keterjangkitan terhadap virus mematikan itu.
Seperti yang terjadi di Kabupaten Bengkayang, diakui orang nomor satu di Bumi Khatulistiwa itu, dilima hari terakhir kawasan tersebut turun drastis terhadap kasus Covid-19.
“Karena dikirim 100 sample dan dari sample yang dikirim ditemukan keterjangkitan tak sampai 10 persen di Bengkayang. Dan Sambas juga. Kalau KKU (Kabupaten Kayong Utara), tidak bisa diprediksi karena Swab untuk Covid tidak ada,” ungkap Gubernur Kalbar Sutarmidji saat menjadi Pembicara Seminar Outlook Ekonomi 2021 di Hotel Mercure, Kamis (21/1/2021).
Iapun menyebut Kabupaten Mempawah untuk berhati-hati akan kasus Covid-19 yang terjadi karena juga tidak mengirim sample ke Pemprov Kalbar guna menekan kasus yang semakin tinggi.
“Mempawah juga tu, bahaya karena tidak melakukan Swab, seperti Landak saat ini turun,” tegasnya.
Diakui Bang Midji, terhadap penanganan yang dilakukan agarbtidak terjadi infeksi itu yang penting dilakukan.
“Jika infeksi maka memerlukan biaya yang besar untuk satu orang dalam penanganan hingga pasien tersebut dinyatakan negatif,” urainya.
Perkembangan Covid-19 di Kalbar, ditambahkan mantan Walikota Pontianak dua periode ini jika nilai viral load jutaan maka harus diliat dari mana dan berinteraksi dari luar Kalbar sehingga tau polanya.
“Mengetahui kasus jika seseorang memiliki viral load tinggi dari mana dan berinteraksi dengan orang luar Kalbar itu yang harus dipantau. Lebih dari separuh yang meninggal di Kalbar kasus virusnya berasal dari luar,” jelasnya
Dengan berusaha menghentikan perkembangan virus sehingga tidak ada yang spesifik diakui Sutarmidji menjadi hal penting mengingat masih banyak orang yang meremehkan virus yang mematikan ini.
“Jangan meremehkan Covid-19, kemarin ditangani BPJS, satu orang claimnya bisa mencapai Rp.475 juta. Jika orang flu terlihat namun jika ada virus tidak terlihat karena OTG namun jika menjangkit ke orang yang Comorbid itu yang bahaya,” pungkasnya.
Penulis: Pri






