SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Nasional Perkembangan Meminang Tesla, Menteri BUMN Agendakan Februari 2021

Perkembangan Meminang Tesla, Menteri BUMN Agendakan Februari 2021

Tesla Model X yang dipamerkan dalam Brussels Motor Show, Januari 2019 [Shutterstock].

Suara Kalbar –  Kabar tentang keberhasilan India meminang Tesla
Incorporation untuk membuak pabrik mobil bertenaga listrik (Electric
Vehicle atau EV) di negara itu, serta penjajakan pemerintah Indonesia
untuk menarik Elon Musk agar mau meluaskan perusahaannya sampai ke Tanah Air adalah berita hangat seputar kendaraan terelektrifikasi di Asia.

Untuk negara kita sendiri, bagaimanakah perkembangannya?

Menteri BUMN Erick Thohir
akan melakukan penjajakan kerja sama dengan Tesla pada Februari nanti,
terkait pengembangan industri mobil listrik di Indonesia.

“InsyaAllah di bulan Februari ini saya akan
membuka pembicaraan dengan Tesla untuk mengembangkan kerja sama,” papar
Erick Thohir dalam keterangan tertulis yang diterima dari Suara.com di Jakarta, Sabtu (2/1/2021).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin berjalan keluar dari pintu belakang Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Rabu (7/7/2020). [ANTARA FOTO/Adam Bariq]
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir [ANTARA FOTO/Adam Bariq]

Sejalan
dengan rencana itu, ia juga sudah memerintahkan PLN untuk meningkatkan
pelayanan kepada masyarakat dan mengubah strategi bisnisnya pasca
pandemi.

“Alhamdulillah, PLN sudah on-track dan sudah ikut
dalam konsorsium BUMN untuk pembuatan EV battery bekerja sama dengan
perusahaan dari Korea dan China,” jelasnya.

Selain mengantisipasi mobil listrik, Menteri BUMN
juga menginginkan PLN aktif mengembangkan kompor listrik. Hal ini dalam
rangka solusi menekan impor bahan bakar.

Ada sejumlah alasan mengapa Indonesia akan
menjadi pemain utama industri mobil listrik. Sejalan dengan misi
Presiden Jokowi yang ingin mendorong Indonesia menjadi pemain utama
dalam industri mutakhir dikarenakan sumber daya alam Indonesia
mendukungnya.

Sebagai salah satu negara dengan sumber daya
nikel yang terbesar, Indonesia memiliki peluang menjadi produsen utama
sumber daya baterai mobil listrik.

“Baterai sendiri merupakan komponen utama dalam
produksi mobil listrik. Dengan kekayaan alam yang kita miliki tentu
harus didukung pula dengan kualitas sumber daya manusia kita agar mampu
menjadi produsen utama dalam industri mobil listrik,” imbuh Erick
Thohir.

Sebagai penutup, beliau juga menyatakan bahwa
semua pihak harus menjaga ketahanan energi Nasional. Apalagi, saat ini
Indonesia mengimpor 1,5 juta barrel per hari untuk Bahan Bakar Minyak
(BBM). Mobil listrik adalah solusi untuk mengurangi berpindahnya devisa
ke luar negeri.

Sumber : Suara.com, Selengkapnya DISINI

Komentar
Bagikan:

Iklan