Perbatasan Siaga Banjir, 57 KK Sudah Terendam

Editor : Suhendra Yusri
Akses jalan antar kecamatan dan menuju Senaing Kabupaten Sintang terendam banjir, Kamis (14/1/2021). SUARA KALBAR.CO.ID / Agus Alfian

Entikong (Suarakalbar)- Sebanyak 57 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir lantaran meluapnya Sungai Sekayam akibat hujan berturut-turut selama tiga hari di Dusun Merau Desa Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau pada Kamis (14/1/2021).

 “Sekitar dini hari air Sungai Sekayam sudah memasuki pemukiman warga di Jalan Pak Tangkir, Dusun Benuan, Dusun Entikong Tapang, Dusun Merau Desa Entikong. Sebanyak 57 Kepala Keluarga yang terdampak banjir diawal tahun 2021,” ujar Kepala Desa Entikong, Kiki, Kamis (14/1/2021).

Disampaikan Kiki, evakuasi dilakukan perangkat desa bersama anggota Polsek Entikong dan Koramil Entikong, prioritas utama lansia dan anak-anak.

“Selain rumah yang terdampa banjir ada dua rumah lainnya rusak akibat longsor. Rumah-rumah warga yang berada persis dibantaran sungai sebagian besar sudah dilakukan evakuasi oleh warga sejak dini hari,” kata Kiki.

Dia juga mengaku khawatir karena cuaca dipehuluan masih mendung dan berpotensi banjir susulan, kendati saat ini kondisi air ditengah pemukiman warga sudah mulai berangusur surut.

Untuk memudahkan kordinasi penanganan banjir dan tanah longsor Desa Entikong telah mendirikan posko bencana batingsor di Kantor Desa Entikong.

“Lansia dan anak-anak sudah dievakuasi ke tempat yang aman dari bencana banjir. Saat ini anggota Polsek bersama TNI dan warga masih berjaga-jaga banjir susulan dikarena kan hujan masih terjadi,” jelasnya.

Sementara itu di kecamatan Sekayam perbatasan Indonesia dengan Malaysia juga mengalami banjir kiriman dari Entikong. Saat ini akses antar kecamatan menuju Sekayam, Noyan dan Senaning terputus total dampak meluapnya Sungai Sekayam.

“Ketinggian air di jalur utama jalan lintas kabuaten dan kecamatan menuju Senaning setinggi pinggang pria dewasa. Sukar dilewati oleh kendaraan roda dua dan roda empat,” kata Noram Cahyadi, koordinator Tagana Perbatasan.

Disampaikan Norman Cahyadi, Tagana telah memetakan kawasan rawan banjir dan longsor diperbatasan.Dia mengatakan sejak satu pekan lalu intensistas hujan terus terjadi diperbatasan hanya saja hujan berintensitas lebat tiga hari lalu hingga menyebabkan meluapnya anak-anak sungai.

“Sekarang warga di Entikong dan Sekayam tengah menghadapi banjir tahunan, imbasnya arus transportasi menuju senaning, noyan dan sekayam terputus total. Namun akses menuju Pontianak dan Entikong masih lancar air belum sampai mengenangi jalan lintas negara,” jelasnya.

Penulis : Agus Alfian


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini