Masjid Seindah Ini Ternyata Dibangun Masyarakat Sambora Secara Swadaya

Editor : Dian Sastra

Dari kanan ke kiri. Kepala KUA Kecamatan Toho, Sumadi, bersama tokoh masyarakat Desa Sambora, Sarijo dan Penyuluh Agama, Kawirayan, meninjau pembangunan Masjid Miftahul Huda di Desa Sambora, Kecamatan Toho, Minggu (24/1/2021) siang. SUARAKALBAR.CO.ID/Ist

Mempawah (Suara Kalbar) – Kubah yang indah seperti tampak pada foto, ternyata bagian dari bangunan Masjid Miftahul Huda yang berdiri megah di Desa Sambora, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah.

Miftahul Huda merupakan masjid terbesar yang kini tengah direnovasi oleh masyarakat Desa Sambora. Menariknya, proses pembangunan hingga renovasi merupakan hasil swadaya warga setempat.

Tak heran, keindahan dan kemegahan Masjid Miftahul Huda tersiar cepat. Bahkan, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Toho, Sumadi, turun meninjau bangunan masjid yang berukuran 25 meter persegi itu.

Muhammad Kawirayan, Penyuluh Agama Kecamatan Toho, yang dihubungi suarakalbar.co.id, membenarkan, saat ini masyarakat Desa Sambora tengah menyelesaikan proses pembangunan Masjid Miftahul Huda.

“Alhamdulillah, kini memasuki tahap finishing. Bangunan masjid berukuran 25 meter persegi dan memiliki dua lantai. Yang sering jadi perhatian adalah bentuk kubah emasnya yang indah,” ungkap Kawirayan.

Dia mengakui, pembangunan masjid sejak awal merupakan dana swadaya masyarakat Desa Sambora. Artinya, dana yang diperlukan, merupakan hasil infak warga di sana sejak lama.

Karenanya, Kawirayan berharap, dalam waktu dekat bakal ada apresiasi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat maupun Pemerintah Kabupaten Mempawah dengan pemberian bantuan agar pembangunan Masjid Miftahul Huda dapat segera diselesaikan.

“Saya selaku penyuluh sangat mengapresiasi kekompakan dan kebesamaan masyarakat Desa Sambora, hingga terwujud masjid seindah itu. Selanjutnya, bagaimana nanti kita akan programkan berbagai kegiatan untuk memakmurkan masjidnya dan syiar Islam,” ucap Kariwayan.

Masjid Miftahul Huda sendiri berdiri di atas tanah wakaf. Takmir masjid dipimpin oleh H. Saunan dan Sekretaris Suparlan. Sementara ketua pembangunan adalah Waridi.

Kepala KUA Kecamatan Toho, Sumadi, turut mengapresiasi kekompakan masyarakat Desa Sambora sehingga bisa terwujud masjid seindah itu.

“Saya sampai naik ke atas, ingin melihat kubah masjid yang indah dari dekat. Masya Allah, kita sangat apresiasi. Masjid Miftahul Huda bisa menjadi ikon baru sekaligus percontohan untuk masjid-masjid yang lain,” imbuhnya.

Sumadi juga mendoakan, semoga pembangunan masjid dapat segera diselesaikan, sehingga bisa digunakan untuk beribadah dan menjadi sarana terbaik untuk syiar Islam.

 

Penulis : Distra

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini