Keluarga Shock, Rufa dan Syifa Dosen Polnep dan MUA Pontianak Jadi Korban Kecelakaan Sriwijaya Air

Editor : Dina Prihatini Wardoyo

Penemuan kabel diduga terkait kabar jatuhnya pesawat Sriwijaya Air
Pontianak (Suara Kalbar) - Beberapa korban atas kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air tujuan Jakarta-Pontianak yang jatuh di Pulau Laki, Syifa dan Rufa.

Syifa, merupakan make up artis (MUA) Pontianak yang terkenal dengan make up pernikahan di media sosial dengan ribuan followers.

Demikian dengan Rufa, decoration sekaligus dosen muda di Polnep inipun menjadi salah satu dari sekitar 60 penumpang Sriwijaya Air yang terjatuh di sekitar Kepulauan Seribu tepatnya di Pulau Laki.

Salah satu kerabat keduanya, Rika Ayub mengaku sangat kaget. Rufa dan Syifa adalah teman dekatnya yang selalu berkontak dengan ia selaku designer gaun pengantin yang terkenal di Kalimantan Barat.

"Kaget, shock, Rufa teman sekaligus Syifa satu tim pernikahan dengan satu paket yang hari-hari kami berkomunikasi. Ini lagi konfirmasi karena liat di daftar dan memang keduanya berangkat dari Jakarta siang tadi," ungkap Rika kepada Suarakalbar.co.id, Sabtu (9/1/2021).

Rika menjelaskan karena sedang berada di Kota Singkawang iapun mencari kejelasan akan nasib kedua sahabatnya itu.

"Saya lihat daftar nama penumpang dan memangkan keduanya naik Sriwijaya. Aku masih shock sampai sekarang," tutur Rika.

Iapun mengaku jika sempat melihat status Syifa yang sedang membeli roti favoritnya untuk sang suami sementara Rufa ia melihat daftar penumpang akan kembali ke Pontianak bersama suaminya.

"Kalau Rufa ada suaminya itu Pak Mulyadi kalau Syifa kemungkinan sendiri karena statusnya akan beli roti untuk suami, ya Allah sedih," katanya lirih.

Rika mengakui jika ia bersama Syifa akan bertemu pada minggu depan terkait jadual pernikahan yang akan mereka kerjakan di 2021.

"Baru berencana meeting untuk kerjaan di 2021. Kamikan tim jadi saya bagian gaun dan Syifa di make up. Ya Allah semoga Husnul Khatimah," harapnya.

Sebelumnya dua warga Mempawah diyakini ada di dalam manifest Pesawat Sriwijaya Air SJY 182 yang hilang kontak pada pukul 14.40 WIB, Sabtu (9/1/2020). 

Kedua warga Mempawah tersebut adalah tenaga pendidik di Pondok Pesantren Darussalam, Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir. 

Kasi Pontren Kantor Kemenag Mempawah, Mulyadi, yang dihubungi suarakalbar.co.id, mengatakan, jika melihat daftar nama di manifest pesawat Sriwijaya Aair SJY 182 itu, ia mengakui dua nama yang bernomor urut 51 dan 52.

“Saya mengenali Muhammad Nur Kholif dan istrinya Agus Minarni di urut 51 dan 52 dalam daftar manifest. Semoga dugaan saya salah,” ujarnya. 

Mulyadi lantas mempersilahkan suarakalbar.co.id, untuk menghubungi pihak Pondok Pesantren Darussalam terkait kebenaran kabar tersebut. 

Sementara itu, Yusdiansyah, abang kandung dari Agus Minarni, Ustadzah di Pondok Pesantren Darussalam Sengkubang, ketika dihubungi via Whatsapp, membenarkan bahwa adiknya ada di dalam pesawat tersebut. 

“Iya, mohon doanya agar adik saya diberikan keselamatan,” ujarnya singkat.


Penulis : Pri /Dian Sastra

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini