Harisson: Saya Tidak Merekomendasikan Gubernur Kalbar di Vaksin

Editor : Dina Prihatini Wardoyo

Kadinkes Kalbar Harisson
SUARA KALBAR/Foto:Pri

Pontianak
(Suara Kalbar) - Besok, 10 orang Pimpinan dan Tokoh Masyarakat Kalbar akan dilakukan vaksinasi covid-19 dengan vaksin sinovac sebagai tanda dimulainya pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kalbar.

Sementara itu akibat beberapa kali pernah terpapar covid-19 masing masing pada akhir bulan September 2020 dengan nilai  Ct 33,33 , viral load 4,89 untuk Gen N, kemudian pada akhir Oktober 2020 terpapar lagi dengan Ct Gen Orf1Ab 37,30 VL 24,08, lalu terpapar  kembali pada minggu kedua bulan November 2020 dengan Ct Gen N 35,86 VL 84,91 Gubernur Kalbar Sutarmidji tidak direkomendasikan untuk mendapatkan vaksinasi sinovac. 

Sehingga atas dasar riwayat pernah positif atau kasus konfirmasi kasus Covid-19 melalui pemeriksaan Rt PCR di Lab Untan ini maka Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson tidak merekomendasikan Gubernur Kalbar Sutarmidji untuk dilakukan pemberian vaksin Covid-19.

Disamping itu Gubernur juga mempunyai riwayat vitiligo yang disebabkan oleh autoimun. Penyakit auto imun sendiri adalah suatu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel tubuh yang sehat dalam hal ini sel pigmen tubuh.

"Untuk itu saya tidak merekomendasikan Bapak Gubernur mendapatkan vaksinasi Covid-19," jelasnya.

Auto imun termasuk salah satu kontra indikasi pemberian vaksin Covid-19. Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sendiri tujuaannya adalah untuk menimbulkan kekebalan atau imunitas seseorang terhadap virus Covid-19.

"Pada orang yang mempunyai gangguan sistem imun dikhawatirkan sistem kekebalan yang terbentuk justru akan menyerang sel-sel tubuh nya sendiri," tukasnya.

Harisson menambahkan menurut BPOM efikasi vaksin sinovac sebesar 65,3%. Ini bearti vaksin sinovac berpotensi menurunkan kemungkinan seseorang terinfeksi covid-19 sebesar 65,3  persen. Namun Harisson mengingatkan pemberian vaksin tidak meniadakan pelaksanaan protokol kesehatan karena secara uji klinik seseorang tetap mempunyai kemungkinan risiko untuk tertular covid-19 setelah dilakukan vaksinasi. 

Agar resiko terinfeksi Covid-19 dapat diperkecil lagi, maka seseorang wajib melaksanakan protokol kesehatan.

"Menurut standar WHO, vaksin dapat digunakan bila efikasinya lebih dari 50 persen," pungkasnya.

Penulis: Pri

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini