Ahli Waris Korban Sriwijaya Air di Mempawah Terima Santunan PT. Taspen

Editor : Dian Sastra

Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Ismail, menyerahkan santunan PT. Taspen kepada anak tertua Muhammad Kholifatul Amin dan Agus Minarni, Rabu (27/1/2021), yang menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air. SUARAKALBAR.CO.ID/Dian Sastra

Mempawah (Suara Kalbar) – Ahli waris Muhammad Nur Kholifatul Amin dan Agus Minarni, warga Mempawah, yang menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, menerima santunan dari PT. Taspen, Rabu (27/1/2021) sore.

Takziah PT. Taspen ini juga dirangkai dengan penyerahan Asuransi Dwiguna dan beasiswa bagi kedua anak almarhum-almarhumah, yakni Muhammad Agus Nur Fauzan dan Muhammad Agus Nur Hafid di rumah duka, Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir.

Saat penyerahan, Kepala PT. Taspen, Wahyudin, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Ismail, serta Kepala Disdikporapar, El Zuratnam dan Plt Kepala BKSDM, Sumanto.

Sekretaris Daerah, Ismail, ketika dihubungi suarakalbar.co.id, membenarkan adanya penyerahan santunan dari PT. Taspen, sekaligus Asuransi Dwiguna dan beasiswa bagi kedua ahli waris yang merupakan anak-anak Muhammad Nur Kholifatul Amin dan Agus Minarni.

“Penyerahan santunan ini merupakan hak PNS bagi para ahli waris. Sebab almarhum Haji Muhammad Nur Kholifatul Amin merupakan ASN Pemerintah Kabupaten Mempawah yang bertugas di UPT Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Disdikporapar, jadi saya yang diminta Kepala PT. Taspen untuk menyerahkan,” jelas Ismail.

“Sedangkan almarhumah Hajjah Agus Minarni, tercatat sebagai Guru Pendidikan Agama Islam SMAN 1 Mempawah Hilir, karena status almarhumah adalah ASN Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, maka santunannya diserahkan oleh Kepala PT. Taspen, Bapak Wahyudin,” tambah Ismail lagi.

Adapun nilai santunan yang diberikan terdiri atas, Rp 168.059.300, atas nama Agus Minarni dan Rp 91.775.100, atas nama Muhammad Nur Kholifatul Amin.

“Saat penyerahan, anak almarhum Haji Muhammad Nur Kholifatul Amin dan almarhumah Hajjah Agus Minarni, yakni Muhammad Agus Nur Fauzan didampingi pamannya, Haji Yusdiansyah,” ungkap Ismail.

Ismail lantas berharap, santunan, asuransi dan beasiswa yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kelangsungan pendidikan di masa mendatang bagi kedua anak almarhum-almarhumah.

Seperti diberitakan, pasangan suami istri, warga Mempawah, Muhammad Nur Kholifatul Amin dan Agus Minarni, menjadi korban dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021) lalu.

Keduanya telah terindentifikasi oleh TIM DVI Mabes Polri dan telah dimakamkan berdampingan di Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, beberapa waktu lalu.

 

Penulis : Distra

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini