Pelaku Azan 'Hayya Alal Jihad' Sempat Bikin Heboh, Akhirnya Minta Maaf

Editor : Diko Eno

Tujuh orang penyeru azan jihad asal Majalengka, menyatakan permohonan maaf, baik secara lisan maupun tertulis. [FOTO: tangkap layar]
Jakarta (Suara Kalbar)- Para pelaku penyeru azan jihad oleh sekelompok tujuh pria asal Majalengka akhirnya meminta maaf. Lewat sebuah video mereka memberikan klarifikasi dan permintaan maaf secara lisan dan tulisan.

"Kami meminta maaf kepada semua masyarakat atas video kami yang sempat viral sebelumnya," kata salah satu pelaku membacakan surat permintaan maaf mereka dikutip dari  Suara.com-- jaringan Suarakalbar.co.id dari laman YouTube Ciremai Today, Rabu (2/12/2020).

Lihat videonya disini : Pelaku Azan Jihad di Majalengka Minta Maaf

"Video kami yang sebelumnya sudah membaw-bawa nama agama, kami tidak ada tendensi apapun ketika membuat video itu. Kami tidak ada maksud untuk memfitnah, menuduh maupun menyerang pihak siapa pun," jelasnya.

Sebelumnya, beredar sebuah video berupa azan dengan lafaz 'Hayya Alal Jihad' di media sosial sampai terdengar ditelinga Habib Novel bin Muhammad Alaydrus.

Pimpinan Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudoh Solo Jawa Tengah ini menyebut bahwa mengubah lafaz azan seperti itu bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.

Melalui video yang dibagikan melalui channel youtube Habib Novel Alaydrus dengan judul "Jangan Terprovokasi" pada Senin (30/11/2020), Habib berkarismatik ini mengajak umat Islam untuk mengabaikan seruan azan tersebut.

"Breaking news dari Habib Novel mendapat pertanyaan dari whatshapp tentang video yang beredar di jejaring sosial, video yang memang aneh juga ya. Seumur hidup saya belum pernah lihat ada azan kok kaya gitu, azan kok seruan untuk salat digantu seruan untuk jihad, ini sesuatu yang bertentang dengan ajaran Nabi Muhammad SAW," katanya.

Atas kejadian ini, Habib Novel meminta seluruh  masyarakat khususnya umat Islam agar tidak mudah terprovokasi dengan ajak-ajakan yang tidak sesuai dengan ajaran agama.

"Karena itu, sudah, abaikan saja, jangan terprovokasi ajakan-ajakan yang begini ini, yang tidak bermutu tidak usah didengarkan,"tukasnya.

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini