Innalillahi, Muhammad Hanif Al-Fathan Bayi Penderita Komplikasi Penyakit Meninggal Dunia

Editor : Diko Eno

Muhammad Hanif Al-Fathan saat dirawat tim medis di RSUD dr Rubini Mempawah. Bayi malang ini dinyatakan meninggal dunia di RSUD dr Soedarso, Selasa (1/12/2020) pukul 17.40 WIB. SUARAKALBAR.CO.ID/Dian Sastra

Mempawah
(Suara Kalbar)-Innalillahi wa innailaihi rajiun. Kabar duka datang dari Muhammad Hanif Al-Fathan, bayi yang menderita komplikasi penyakit, dinyatakan meninggal dunia di RSUD dr Soedarso, Selasa (1/12/2020) pukul 17.40 WIB.

Kabar meninggalnya Muhammad Hanif, kontan begitu memilukan. Sebab berita duka itu datang saat semua komunitas di Mempawah tengah mengumpulkan dana donasi untuk biaya pengobatan Muhammad Hanif.

Ketua Keluarga Tak Sedarah (KTS) Mempawah, Alex Candra, mengatakan, informasi meninggalnya Muhammad Hanif diterima dari sang ibu, Ummy Kalsum.

“Saya langsung ditelepon ibunda Muhammad Hanif sekitar pukul 17.40 WIB tadi. Saat ini, jenazah adik kita itu tengah dalam proses pemulangan ke Mempawah,” kata Alex Candra.

Alex lantas menegaskan, Tim Mempawah Peduli 2020 yang telah mengumpulkan donasi pengobatan, akan mempersiapkan seluruh proses pemakaman Muhammad Hanif.

“Kami malam ini juga akan memasang tenda, mempersiapkan kursi dan lain sebagainya. Kami cukup terpukul dengan kabar ini. Namun ini semua sudah kehendak Allah Taala. Kita harus terima dengan lapang dada,” katanya.

Seperti diberitakan, Muhammad Hanif Al-Fathan, yang baru dilahirkan pada 13 November lalu, di Puskesmas Antibar, kini didiagnosa bayi cukup bulan dengan memiliki sejumlah penyakit langka yang berat.

Diantaranya: infeksi darah (sepsis neonatorum), kemungkinan hirschsprung atau penyakit langka yang menyebabkan bayi tidak bisa buang air besar (BAB) sejak lahir.

Selain itu, Hanif juga dimungkinkan mengidap penyakit jantung bawaan, pendarahan pada saluran cerna, hingga mengidap down syndrome atau kelainan genetik yang menyebabkan penderitanya memiliki tingkat kecerdasan yang rendah, dan kelainan fisik yang khas.

Penulis : Dian Sastra

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini