Wacana Tatap Muka Sekolah di Perbatasan, Siapkan Sarana Penunjang Prokes

Editor : Suhendra Yusri

 

Siswa menerapkan protokol kesehatan diantaranya mencuci tangan mengunakan sabun baik sebelum masuk sekolah ataupun sesudah pulang sekolah di sekolah perbatasan tepatnya di SMPN 1 Sekayam.

Sekayam (Suarakalbar)- Sekolah diperbatasan khususnya Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat perbatasan Indonesia-Malaysia siap sekolah tatap muka dan mengedepankan protokoler kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah.

Kepala SMPN 1 Sekayam, Frans Sibu mengatakan sarana pendukung untuk tatap muka telah disediakan sekolah antara lain tempat cuci, handsanitizer dan masker.

“Sudah siap kami gelar tatap muka, tinggal menunggu Satgas Covid-19 kecamatan meninjau sarana pendukung prokes untuk tatap muka,” ujar Frans Sibu, Sabtu (7/11/2020).

Disampaikan Frans Sibu selama ini sepanjang pademi covid19, sekolah diperbatasan belajar secara daring dan luring. Daring hanya bisa dilakukan oleh pelajar di dekat kota kecamatan yang mana ada jaringan internet. 

Sedangkan pelajar dipedalaman terkendala sinyal internet mereka wajib datang kesekolah untuk mengambil tugas dan menyerahkan tugas sepekan kemudian dengan mentaati protokoler kesehatan dan 3M sebelum masuk lingkungan sekolah.

“Guru akan menunggu pelajar yang mengantar tugas kesekolah, mereka harus di ukur suhu tubuhnya, menggunakan masker dan mencuci tangan serta menjaga jarak. Jika tidak menggunakan masker pelajar itu tidak akan dilayani,” tegas Frans Sibu.

Plt Kepala Puskesmas Sekayam, Yustina menyamapikan sudah ada beberapa sekolah yang mengajukan untuk dilakukan swab sebagai syarat untuk tatap muka, namun sejauh ini belum dilakukan masih menunggu alat yang belum tersedia.

“Perbatasan aman dari sebaran Covid-19,  khususnya Kabupaten Sanggau, bisa dikatakan zona aman. Namun kita juga harus waspada dan tetap mematuhi protokoler kesehatan dan menerapkan 3M untuk memutuas rantai penyebaran Covid-19,” kata  Yustina.

Dia mengakui, sejak gecarnya satgas covid19 mengelar operasi yustias masker membuat masyarakat lebih disiplin dalam menerapkan prokes di tempat umum. Bahkan sejumlah pelaku usaha baik itu rumah makan dan sebagainya telah menyediakan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun.

“Virus masih ada, jangan anggap sepele. Butuh kedisiplinan individu maupun disiplin kolektif dalam rangka menegakan protokler kesehatan. karena senjata yang paling utama untuk memutus rantai penularan adalah 3M,” pungkas Yustina. 


Penulis   : Agus Alfian


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini