Tolak Omnibus Law Masih Berlanjut, Mahasiswa Unjuk Rasa di Depan Kantor Gubernur Kalbar

Editor : Dina Prihatini Wardoyo

Aliansi Mahasiswa Kalbar kembali berkumpul menyatakan sikap menolak keras terkait disahkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja

Pontianak
(Suara Kalbar) - Gelombang aksi unjuk rasa terhadap penolakan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja masih terus berlanjut di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Hari ini, Senin (10/11/2020) , Aliansi Mahasiswa Kalbar kembali berkumpul menyatakan sikap menolak keras terkait disahkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja.

“Bapak-bapak dan ibu yang saya hormati izinkanlah kami saya masuk. Kami disini hanya membawa aspirasi tidak membawa kericuhan,” ucap salah satu perempuan yang memimpin demo.

Dirinya meminta agar Gubernur Kalimantan Barat dalam hal ini Sutarmidji untuk dapat menemui para demonstran.

“Tolonglah kepada pak Gubernur, masyarakat yang adil kepada masyarakat Kalbar. Tolonglah temui kami,” pintanya.

Sang wanita itu juga melontarkan kata-kata kasar dan menghina Gubernur Kalbar.

Tak lama kemudian, Kepala Dinas Ketanaga Kerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalbar, Manto menyambut para perwakilan unjuk rasa.

Sesampainya didepan pintu masuk Gubernur Kalbar, Manto mengatakan Gubernur Kalimantan Barat tidak bisa hadir menemui para mahasiswa dikarenakan ada agenda yang tidak bisa diwakilkan.

“Beliau hari ini nggak bisa, minta diagendakan hari lain. Alasannya karena ada agenda yang tidak bisa diwakilkan,” ujar Manto.

Para mahasiswa pun menolak untuk dilakukan dialog oleh perwakilan Pemprov.

Sampai berita ini diturunkan, para mahasiswa yang melakukan unjuk rasa sepakat berjalan ke Pendopo Gubernur untuk melakukan demonstrasi dikarenakan menurut info Gubernur Kalbar sedang berada disana.

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini