Sekretaris IKBM Mempawah: Demi Allah Kami Telah Memaafkan Hil
![]() |
| Sekretaris IKBM Kabupaten Mempawah, Junaidi, (berdiri) saat menyampaikan sikap IKBM terkait postingan ujaran bernada kebencian dalam pertemuan tokoh lintas etnis di Rumah Budaya Melayu, Rabu (18/11/2020). |
Mempawah (Suara Kalbar)-Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM)
Kabupaten Mempawah, menyatakan telah memaafkan tindakan Hil, warga Desa
Sekabuk, Kecamatan Sadaniang, terkait postingan ujaran kebencian di media
sosial.
Sekretaris IKBM Kabupaten Mempawah, Junaidi, menegaskan,
pihaknya trenyuh dengan kondisi ibunda Hil yang selalu menangis bahkan kerap
pingsan atas serentetan kejadian yang diawali dari postingan berunsur SARA yang
di akun media sosial anaknya, Hil.
“Demi Allah, tidak ada lasan bagi kita insan yang lemah ini,
khususnya di IKBM Kabupaten Mempawah, untuk tidak memaafkan Hil atas postingan
itu, terlebih yang bersangkutan juga sedang sakit,” ungkap Junaidi.
Menurutnya, ibu itu adalah permata bagi kita semua. Anak
adalah jantung bagi anaknya. Tindakan Hil memang membuat banyak pihak terpukul.
Namun yang lebih terpukul adalah ibunya.
Dan IKBM Kabupaten Mempawah, tambahnya, sangat mendukung
kegiatan musyawarah antar tokoh lintas etnis di Rumah Budaya Melayu untuk
menyikapi hal ini, sebagai bentuk menjaga toleransi dan keutuhan NKRI.
“IKBM juga menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Desa
Sekabuk dan Timanggung Desa Sekabuk yang telah membangun komunikasi sehingga setiap
pemasalahan antar etnis dapat diselesaikan dengan baik,” katanya.
Junaidi lantas mengajak seluruh yang hadir untuk membacakan
Suratul Fatihah demi kesembuhan Hil yang dinyatakan keluarganya sedang sakit
dan mengalami gangguan kejiwaan.
Ia juga menyampaikan pepatah Madura yang berarti, Teman
adalah Saudara, Saudara adalah Kita Semua. Karenanya, IKBM selalu membuka
komunikasi dengan pihak keluarga Hil sejak beberapa waktu lalu.
“Karena itu, kami telah memaafkan adik kita Hil. Namun kami
tak bisa mencampuri proses-proses yang tengah berlangsung terkait postingan
tersebut, karena semua pihak memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing,”
katanya.
Ia berharap, adanya kejadian ini dapat diambil hikmahnya
oleh semua pihak, termasuk di IKBM sendiri agar tidak terulang lagi di masa
mendatang.
“Dan melihat ketulusan ibu Hil, pihak keluarga, Pemerintah
Desa Sekabuk dan Timanggung, serta juga demi kemanusiaan, saya secara pribadi
menyarankan agar masalah ini dapat diselesaikan dengan kekeluargaan,” katanya.
Wewenang pihak kepolisian, tambahnya, tidak bisa diintervensi
oleh siapapun. Namun ia meminta, permasalahan ini dapat pula diselesaikan
dengan pendekatan kemanusiaan, kebudayaan dan kekhikmatan.
Penulis : Tim Liputan






