Sekda Kalbar Minta Tingkat Deforestasi dan Degradasi Hutan Berkurang

Editor : Suhendra Yusri
Sekda Kalbar, AL Leysandri saat membuka Konsultasi Publik Pedoman MRV, Data Sharing dan Mekanisme Pembagian Manfaat REDD+ Provinsi Kalbar di Hotel Golden Tulip, Rabu (18/11/2020).

Pontianak (Suara Kalbar) - Berdasarkan hasil analisa POKJA REDD+ Kalbar diketahui bahwa rata-rata deforestasi yang terjadi di Kalbar per tahunnya mencapai 68.840 hektare per tahun sedangkan degradasi hutan mencapai 10.837 hektare per tahun.

Meskipun Provinsi Kalbar merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang memiliki hutan yang luas. Namun tekanan terhadap keberadaan tutupan hutan tersebut cukup tinggi sehingga menyebabkan terjadinya deforestasi dan degradasi hutan.

"Ini tentunya memerlukan perhatian serius agar tingkat deforestasi dan degradasi hutan ini dapat berkurang," ujar Sekda Kalbar A.L Leysandri saat membuka Konsultasi Publik Pedoman MRV, Data Sharing dan Mekanisme Pembagian Manfaat REDD+ Provinsi Kalbar di Hotel Golden Tulip, Rabu (18/11/2020).

Dikatakannya, terjadinya deforestasi dan degradasi hutan juga berdampak terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim secara global di dunia.

Ditingkat nasional, pemerintah telah menetapkan  Peraturan Menteri Lingkungan Hidup RI Nomor 70 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pelaksanaan Reducing Emission From Deforestation and Forest Degradation, Role of Conservation, Sustainable Management of Forest and Enhancement of Forest Carbon Stocks. 

"Pedoman ini menjadi acuan secara Nasional untuk kegiatan REDD+ termasuk di dalamnya terkait pengukuran, pelaporan dan verifikasi kegiatan REDD+. Saya mengapresiasi inisiasi yang dilakukan oleh program FIP-1 bekerjasama dengan POKJA REDD+ untuk membuat sebuah Pedoman MRV, Data Sharing dan pedoman Pembagian Manfaat untuk kegiatan REDD+Kalbar,” jelasnya.

Dengan dilakukannya pertemuan ini, A.L Leysandri berharap konsultasi publik ini menyempurnakan pedoman yang sesuai dengan kondisi Kalbar. “Harapan saya, pertemuan konsultasi publik hari ini dapat memberikan saran masukan sehingga dapat menyempurnakan pedoman yang telah disusun sehingga benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Kalbar dan mendukung pencapaian kegiatan penurunan emisi dan pengendalian perubahan iklim secara efektif dan efisien," harapnya.

Penulis   : Yapi Ramadhan


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini