Sejarah Hari Brimob dan Perannya Merebut Kemerdekaan Indonesia dari Jepang

Publisher

Personel Brimob Polda Sumut berjaga di depan Kantor KPU Medan, Jumat (4/9/2020). (foto: Suara.com)

Suara Kalbar - Tanggal 14 November ditetapkan sebagai Hari Brimob (Korps Brigade Mobile). Peringatan hari bersejarah ini sebelumnya telah melewati perjalanan panjang sejak tahun 1946. Brimob memiliki peran besar dalam memperjuangkan kemerdekaan hingga melawan pemberontak di awal terbentuknya Republik Indonesia. Berikut sejarah Hari Brimob dikutip dari korbrimob.polri.go.id. 

Sebelum ditetapkan dengan nama Brimob, Korps Brimob Polri mulanya adalah cikal bakal organisasi yang dibentuk oleh Jepang dan mengalami berbagai perubahan nama di antaranya Tokubetsu Keisatsu Tai (Polisi Khusus), Polisi Istimewa, Mobrig (Mobile Brigade) dan Brimob (Brigade Mobile). 

Tokubetsu Keisatsu Tai (Polisi Khusus)

Tahun 1943-1944 Brimob dibentuk dengan nama Tokubetsu Kaisatsu Tai (Polisi Khusus). Saat itu, pada 8 Maret 1942 Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang setelah 3,5 abad menjajah Indonesia. Kemudian kekuasaan pun berpindah tangan dari Belanda ke Jepang oleh Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh dan Letnan Jenderal Pooten yang merupakan Panglima tertinggi angkatan perang Belanda di Indonesia. Sedangkan Jepang diwakili oleh Panglima Tentara ke-16, Letnan Jenderal Imamura.

Meski begitu, kegembiraan rakyat Indonesia yang setelah merasa dibebaskan oleh Jepang tidak berlangsung lama. Sebab, kebaikan, pendekatan, hingga kesuksesannya mengusir Belanda dari Indonesia ternyata hanyalah tipu daya dan kedok saja. Setelah 2 minggu di Indonesia, Jepang mulai memperlihatkan watak aslinya yakni bertujuan untuk mendapatkan dukungan dari bangsa Indonesia untuk program invasinya. 

Jepang pun mulai membentuk barisan tentara dan polisi di tahun 1943-194. Hingga akhirnya melahirkan Tokubetsu Keisatsu Tai pada April 1944. Dalam hal ini, Tokubetsu Keisatsu Tai berisikan para polisi muda yang didirikan di setiap karesidenan yang tersebar di seluruh Pulau Jawa, Madura, dan Sumatera. Berbeda dengan barisan militer lainnya, Tokubetsu Keisatsu Tai memiliki senjata yang lebih lengkap, memperoleh pendidikan militer, terlatih, disiplin, dan terorganisir. 

Merebut Kemerdekaan Indonesia dari Jepang

Selanjutnya, pada 17 Agustus 1945 Jepang mengaku kalah pada sekutu dan Indonesia pun memproklamasikan kemerdekaannya. Bersama masyarakat dan satuan militer lainnya, Tokubetsu Keisatsu Tai saling membantu merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Kemudian, seluruh satuan semimiliter dan militer di Indonesia dibubarkan. Namun, Tokubetsu Keisatsu Tai menjadi satu-satunya satuan polisi yang diperbolehkan memegang senjata. Hal inilah yang menempatkan anggota-anggota Tokubetsu Keisatsu Tai menjadi pelopor dalam awal perebutan senjata untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Senjata tersebut dibagikan kepada para mantan anggota semimiliter dan militer serta pejuang lainnya. 

Polisi Istimewa

Pada 21 Agustus 1945, Tokubetsu Keisatsu Tai berubah nama menjadi Polisi Istimewa yang menjadi cikal bakal berdirinya Kepolisian Negara Republik Indonesia. Selanjutnya, Polisi Istimewa menyebarkan teks Proklamasi Indonesia ke masyarakat sebagai sosialisasi dan edukasi bahwa Indonesia telah merdeka. Kepemimpinan di Markas Polisi Istimewa kemudian berada di bawah kendali Inspektur Polisi Tingkat I Mohammad Jasin.

Mobile Brigade (Mobrig)

Setelah setahun lebih Polisi Istimewa memiliki andil dalam perebutan fasilitas militer, pada 14 November 1946, seluruh kesatuan Polisi Istimewa, Barisan Polisi Istimewa dan Pasukan Polisi Istimewa dilebur menjadi Mobile Brigade (Mobrig) atau sekarang terkenal dengan sebutan Brigade Mobile (Brimob) yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Brimob. 

Sumber: Suara.com


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini