Satu Bulan Gakkum di Sanggau, 955 Orang Terjaring Razia Langgar Protkes Covid-19

Editor : Suhendra Yusri
Seorang pelanggar protokol kesehatan lantaran tak menggunakan masker akhirnya diberi sanksi kerja sosial di Sanggau.

Sanggau (Suara Kalbar)- Sebanyak 955 orang terkena teguran dan sanksi kerja sosial lantaran melanggar Peraturan Bupati Sanggau Nomor 47 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan, sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kabupaten Sanggau selama satu bulan pelaksanaan penegakan hukum.

Ketua Penegakan Hukum yang juga Kepala Sat Pol PP Sanggau, Victorianus dan menyampaikan bahwa sejak diberlakukannya Peraturan Bupati Sanggau ini per 1 Oktober 2020, sudah dua kali dilakukan evaluasi untuk memastikan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan sudah berjalan dengan baik.

"Hari ini kita sudah melakukan evaluasi yang kedua, untuk bulan Oktober kita melakukan kegiatan itu 20 hari dengan dua tim jadi 40 kali dengan kekuatan personel lebih 100 orang (TNI, Polri, OPD Sanggau, PM, Sat Pol PP dan media),” ujar Victorianus, Selasa(3/10/2020)

Dia menjelaskan untuk yang pagi dilaksanakan dari pukul 08.00 WIB diawali dengan apel kesiapan personel bahwa ketika sudah siap untuk dapat berangkat ke tempat-tempat yang sudah ditentukan. Seperti fasilitas umum, pasar, lampu merah dan sebagainya.

“Untuk pelaku usaha, perkantoran tempat ibadah juga telah dilakukan pengecekan protokol kesehatan sesuai jenisnya. Kita minta mereka menyiapkan tempat cuci tangan, yang melayani harus pakai masker, orang yang datang harus mereka tegur kalau tak pakai masker. Kemudian yang wajib disiapkan oleh tempat pelayanan ini kita sampaikan ada ceklisnya, Kemudian besok atau lusa atau minggu depan nya kita cek dan ternyata mereka penuhi," katanya.

Kasat Pol PP berharap agar jangan menganggap Covid-19 ini hanya sesuatu yang di buat-buat tapi bisa mematikan. 

"Ayo tidak boleh kita menganggap Covid-19 ini hanya omongan orang menakuti tapi tidak. Dan mereka yang terjaring razia ini bukan hanya orang Sanggau, tetapi dari luar baik orang yang mau masuk Sanggau dan yang keluar Sanggau, Bayangkan ketika mereka mau hemat waktu mereka harus menerima dulu sanksi kerja sosial 15 menit, artinya rugi sendiri,” ujarnya.

Dia menegaskan untuk di Kabupaten Sanggau bukan menghukum, bukan menakut-nakuti dengan penegakan hukum ini, tetapi  memberikan bagaimana menjaga diri sendiri, menjaga keluarga dan orang lain. “Bapak bupati selalu mengatakan bahwa harga satu kesehatan itu mahal," kata Victorianus.

Ia juga menambahkan bahwa untuk November ini tim penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 juga akan bergerak ke kecamatan yang ada di Kabupaten Sanggau.

Penulis : Darmansyah / adv


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini