Satpol PP Pontianak Tiga Hari Sekali Lakukan Razia Ketat Akibat Zona Merah

Editor : Dina Prihatini Wardoyo

Kasat Pol PP Kota Pontianak, Syarifah Adriana

Pontianak
(Suara Kalbar) - Melihat perkembangan Covid-19 di Kota Pontianak yang mengacu pada data pusat, Kota Pontianak saat ini memasuki zona merah. 

Tak mau semakin terpuruk, Satpol PP Kota Pontianak bekerja sama dengan TNI Polri sigap laksanakan razia penertiban.

Kasat Pol PP Kota Pontianak, Syarifah Adriana saat ditemui awak media dikantornya mengatakan walaupun tidak dalam zona merah dirinya bersama tim memang dalam sehari rutin melaksanakan razia sebanyak dua kali.

“Kami walaupun tidak zona merah kami dari dulu sudah dua kali dalam sehari. Kalau ini zona merah mungkin kita hantam lagi di sore ,jadi mungkin bisa tiga kali,” tuturnya kepada wartawan, Selasa (3/11/2020).

Dirinya menjelaskan target penertiban ini bukan hanya di warung kopi akan tetapi pusat-pusat yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat turut menjadi perhatian timnya.

“Targetnya bukan hanya warkop,termasuk tempat karaoke dan termasuk masyarakat-masyarakat lainnya yang ada di toko modern itu yang tidak menggunakan masker,” terangnya.

Dalam penertiban ketaatan protokol kesehatan, hal yang membuat masyarakat terkena razia yakni tidak menggunakan masker yang sebagaimana diketahui masker merupakan protokol kesehatan yang wajib dipatuhi.

“Rata-rata yang mereka lakukan adalah tidak menggunakan masker. Memang selama ini kita masih tahap pembinaan, jadi waktu itu masyarakat yang tidak ada masker sama sekali tapi kalau masih ada yang dikocek itu kita masih anggap ada. Tapi zona merah ini kemungkinan yang tidak pakai masker kita akan kenakan juga,” tegasnya.

Syarifah menyampaikan, untuk denda paksa yang dikeluarkan sebesar Rp 200 bagi pengunjung yang tidak menggunakan masker. Adapula bagi pemilik tempat atau usaha dilayangkan denda sebesar Rp 1 Juta.

Kasat Pol PP Kota Pontianak ini menegaskan bahwa mulai besok razia penertiban protokol kesehatan akan dilakukan sebanyak 3 kali dalam sehari. Penertiban tersebut dilakukan karena melihat perkembangan terkini Covid-19 yang dimana saat ini Kota Pontianak masuk dalam zona merah.

“Kalau ini kenyataannya zona merah maka besok kita akan tiga kali. Kalau pasukan kita memang terbatas,walaupun terbatas kami didukung oleh Polri dan TNI . Kita walau sedikit kita punya nyali karena penerapan ini sudah sesuai SOP jadi tidak ada masalah,” tukasnya.


Penulis: Yapi Ramadhan

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini