Polres Singkawang Tangkap Lima Pelaku PETI

Editor : Suhendra Yusri
Kasatreskrim Polres Singkawang, AKP Tri Prasetiyo yang didampingi Kasubag Humas Polres Singkawang, AKP Marwin menjelaskan kronologi penangkapan lima tersangka Penggalian Emas Tanpa Izin (PETI) yang digelar di Markas Polres Singkawang, Senin (9/11/2020).

Singkawang (Suara Kalbar)- Polres Singkawang mengamankan lima tersangka Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) masing-masing MW (36), MH (30), MR (25), RA (18), dan SR (41) di Jalan Wonosari Kelurahan Roban Kecamatan Singkawang Tengah atau tepatnya Kawasan Danau Biru pada Jumat (6/11/2020).

Pada Kamis (5/11/2020) Satuan Reskrim Polres Singkawang mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi dugaan tindak pidana Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang terjadi di wilayah Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah.

Kemudian pada Jumat (6/11/2020) sekitar pukul 14.00 WIB, Anggota Reskrim Polres Singkawang dan Unit Reskrim Polsek Singkawang Tengah melakukan penyelidikan di wilayah yang dimaksud, tepatnya di daerah danau biru Jalan Wonosari, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah.

“Setelah sampai di lokasi tersebut, ditemukan ada kegiatan PETI atau dompeng dengan mesin masih hidup dan beberapa orang sedang bekerja, selanjutnya sekitar pukul 16.00 sore, dilakukan penangkapan terhadap pelaku dan mengamankan barang bukti,”ujar Kasat Reskrim Polres Singkawang, AKP Tri Prasetiyo yang didampingi Kasubag Humas Polres Singkawang, AKP Marwin saat konferensi pers di Mapolres Singkawang.

Selanjutnya, kata Tri Prasetiyo, para pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolres Singkawang guna proses penyidikan lebih lanjut.

Barang bukti yang diamankan diantaranya satu unit mesin dompeng, satu unit selang spiral  warna biru, dua unit pipa paralon, satu unit pipa selang lipat, satu pipa besi cabang lima, satu starter engkol mesin dompeng, satu unit drum belah, dua ken ukuran 35 meter digunakan untuk wadah bahan bakar minyak jenis solar, dan satu buah cangkul.

Tri Prasetiyo mengatakan pasal yang disangkakan yaitu Pasal 158 UU Nomor 3 Tahun 2020  Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan  Mineral dan Batubara, dengan ancaman pidana paling lama tahun dan denda paling banyak Rp 100 miliar.

Penulis  : Tim Liputan


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini