Polres Mempawah Galang Konsolidasi Tanggulangi Bencana Alam

Editor : Suhendra Yusri

 

Rapat Koordinasi Polres Mempawah dengan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya menciptakan sinergitas penanggulangan bencana alam, Senin (9/11/2020).

Mempawah (Suara Kalbar)- Wilayah Kabupaten Mempawah masih berpotensi mengalami sejumlah bencana alam, misalnya La Nina, banjir, angin puting beliung dan lain sebagainya. 

Nah, untuk membangun kesiapsiagaan personel, pembentukan rencana kontijensi dan sekaligus kesiapan evakuasi korban bencana alam, Polres Mempawah menggelar rapat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, Senin (9/11/2020) pagi. 

Rapat Koordinasi berlangsung di Ruang Rupatama Polres Mempawah, tampak hadir Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, jajaran Forkopimda, Danyonif 643/Wns, Letkol Inf Hendro Wicaksono, Yon Zipur 6/SD dan Yon Kav 12/BC.

Turut hadir pula, para kapolsek dan PJU Polres Mempawah, sejumlah Kepala OPD Pemkab Mempawah, BKMG Mempawah serta pimpinan organisasi kemasyarakatan, agama dan adat. 

Kapolres Fauzan Sukmawansyah dalam kesempatan itu mengatakan rapat koordinasi ini digelar dalam upaya mengantisipasi terjadinya potensi-potensi bencana alam dan langkah penanggulangannya di Kabupaten Mempawah. 

Ia juga mengatakan, telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel dengan menggelar operasi kontijensi, termasuk kesiapan evakuasi para korban jika terjadi bencana alam. 

“Kami berharap dari rapat koordinasi akan lahir kesepahaman antar semua pemangku kepentingan agar tercipta sinergitas di lapangan saat penanggulangan bencana alam nantinya,” imbuh Fauzan. 

Sedangkan Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, mengakui pada tahun 2020 ini, cukup banyak bencana alam yang dihadapi masyarakat Kabupaten Mempawah. Ia menegaskan, perlu kesiapsiagaan semua pihak. 

“Dan Pemerintah kabupaten Mempawah siap membantu keperluan yang dibutuhkan. Kami juga akan menyediakan posko di tingkat kabupaten hinggga kecamatan sebagai langkah awal penanggulangan bencana alam ini,” ungkap Muhammad Pagi. 

Ia juga memandang perlu adanya sosialisasi di masyarakat agar selalu waspada terhadap kemungkinan  terjadinya bencana alam di masa pandemi Covid-19. 

Penulis : Dian Sastra


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini