Percetakan Batako Jadi Kedok Jual Sabu, Dua Warga Anjongan Ditangkap

Editor : Suhendra Yusri
DA dan DO, pemain narkotika jenis sabu di Anjongan saat diamankan Tim Satres Narkoba Polres Mempawah.

Mempawah (Suara Kalbar)- Di masa pandemi Covid-19, narkotika makin menjadi. Tim Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Mempawah berhasil mengungkap dua pemain narkotika jenis sabu, Senin (2/11/2020).

Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, melalui Kasat Narkoba Iptu Eldyg Hernowo dan Paur Humas Polres Mempawah, Bripka Susworo Putu Sastro, membenarkan adanya penangkapan dua pelaku peredaran sabu di Kecamatan Anjongan. 

Dijelaskan Eldyg, mereka yang ditangkap adalah DA, warga Anjongan Melancar dan seorang temannya, DO, warga Kepayang, Kecamatan Anjongan, di sebuah tempat pencetakan batako yang menjadi tempat usaha DA. 

Penangkapan keduanya berawal dari laporan masyarakat bahwa DA kerap melakukan transaksi narkoba jenis sabu. Tim Satres Narkoba Polres Mempawah pun segera melakukan penyelidikan.

“Pada Senin (2/11/2020) pukul 18.30 WIB, kami kembali mendapat informasi bahwa DA baru saja melakukan transaksi sabu. Maka kami pun segera bergerak untuk melakukan penangkapan,” ungkap Eldyg. 

Saat tiba di rumah DA, polisi melihat DA dan temannya DO sedang makan. Petugas kemudian memanggil Ketua RT untuk menjadi saksi atas upaya penggeledahan. 

Dari penggeledahan seisi rumah, polisi tak menemukan barang bukti. Maka pencarian barang bukti dilanjutkan di tempat pencetakan batako yang berada di belakang rumah.

“Saat rumahnya digeledah, kami tak berhasil menemukan barang bukti. Rupanya, sabu disimpan di tempat pencetakan batako. Di sela-sela batako, ditemukan 12 paket sabu yang disaksikan Ketua RT setempat,” kata Eldyg. 

Ke-12 paket sabu itu, tambahnya, telah siap jual. Terdiri atas harga paketan Rp 100 ribu, Rp 150 ribu dan Rp 200 ribu. Selain itu, ditemukan juga HP Samsung dan dua buah pipet. Tak ayal, keduanya berikut barang bukti diamankan ke Mapolres Mempawah. 

Eldyg mengungkapkan, aksi DA bermain narkotika ini cukup rapi sehingga sangat sulit diendus jika tak dilakukan penyelidikan mendalam. 

“Berkat informasi masyarakat yang resah atas transaksi narkotika di lokasi pencetakan batako itu, maka kami bisa mengungkap peredaran narkotika yang dilakukan DA dan DO,” pungkasnya. 

Penulis : Dian Sastra


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini