Perancis, Italia dan Rusia Capai Rekor Tertinggi Infeksi Virus Corona

Publisher

 

Petugas kesehatan memindahkan pasien Covid-19 ke RS Motol di Praha, Republik Ceko, Jumat, 6 November 2020. (Foto: VOA)

Suara Kalbar - Perancis, Italia, dan Rusia melaporkan rekor harian baru infeksi virus corona, Jumat (6/11), sehari setelah Amerika Serikat menetapkan rekor kasus baru tertinggi harian ketiga minggu ini.

Perancis mencatat 60.486 infeksi baru Covid-19 yang dikonfirmasi pada hari Jumat, setelah mencapai rekor lebih dari 58 ribu pada hari Kamis (5/11), data kementerian kesehatan menunjukkan. Kementerian itu juga melaporkan 828 kematian baru.

Italia pada Jumat (6/11) mengumumkan 37.809 infeksi baru Covid-19 selama 24 jam terakhir, angka tertinggi di negara Eropa itu, sementara Rusia juga mencatat penghitungan harian tertinggi pada angka 20.582.

Jumlah infeksi tertinggi baru di negara-negara Eropa itu mengikuti rekor tertinggi 121.888 infeksi baru virus corona yang dilaporkan di Amerika Serikat pada hari Kamis (5/11), menurut Universitas Johns Hopkins.

Infeksi melonjak di semua wilayah Amerika Serikat karena jumlah kematian Covid-19 yang terus meningkat. Lebih dari 1.200 kematian dilaporkan Kamis (5/11), angka terbesar sejak pertengahan September 2020 setelah lonjakan tajam selama musim panas, menurut Universitas Johns Hopkins.

Rawat inap di Amerika Serikat terus bertambah secara signifikan, memaksa rumah sakit di negara bagian Midwestern dan Selatan untuk segera mengambil tindakan guna menampung lonjakan jumlah pasien baru.

Negara-negara bagian di wilayah Barat Tengah AS sangat terpukul parah, dengan jumlah infeksi tertinggi yang dilaporkan pada Kamis di Illinois, Indiana, Iowa, Minnesota, North Dakota, Nebraska dan Oklahoma.

Sejak lonjakan infeksi Covid-19 dimulai pada pertengahan September lalu, beberapa negara bagian secara berkala memberlakukan lockdown secara bertahap, termasuk Maine yang memperpanjang aturan pemakaian masker di semua ruang publik.

Para pejabat di Denver, Colorado, pada hari Jumat (6/11) mendesak warga untuk tetap berada di dalam rumah antara pukul 22.00 hingga 05.00 waktu setempat sebagai upaya untuk mengurangi gelombang infeksi virus corona yang terus meningkat.

Sejumlah aturan pembatasan yang jauh lebih ketat sedang diterapkan di Eropa. 

Sumber: VOA

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini