SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Pemaki Gubernur Kalbar Resmi Dilaporkan, Sutarmidji : Silahkan Siapkan Pengacaranya!

Pemaki Gubernur Kalbar Resmi Dilaporkan, Sutarmidji : Silahkan Siapkan Pengacaranya!

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji resmi melaporkan salah satu peserta aksi demo tolak Omnibus Law pada 10 November lalu yang memaki dirinya

Pontianak (Suara Kalbar) – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji resmi melaporkan salah satu peserta aksi demo tolak Omnibus Law pada 10 November lalu yang memaki dirinya.

Dihadapan wartawan, Sutarmidji mengatakan bahwa dia sudah melaporkan kasus tersebut ke Polresta Kota Pontianak.

“Kita pendewasaan mereka hadapilah secara hukum. Masalah nanti gimana lanjutannya itu urusan nanti. Supaya mahasiswa tau apa yang dilakukan seperti itu salah. Saye lapor langsung di Polresta. Saya yang jelas melaporkan adalah terkait pejabat negara,” ujarnya di Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (12/11/2020).

Dirinya sangat menyayangkan ada peserta aksi demo yang memaki dirinya sebagai Gubernur Kalbar. Permasalah terkait disahkannya UU Omnibus Law adalah kebijakan Pemerintah Pusat dan DPR RI.

“Tidak sepantasnya seorang mahasiswa menyampaikan aspirasinya model seperti itu. Kalau dia maki-maki kaitannya dengan mungkin urusan itu urusan saya misalnya masalah Perda okelah, tapi inikan masalah Omnibus Law, inikan urusan DPR RI dengan Presiden nah kenapa yang dimaki kita?,” kata Sutarmidji.

Kekesalannya tidak dapat terbendung dikarenakan dicaci maki dengan bahasa yang tak pantas diucapkan kepada Kepala Daerah. Ini juga dinilainya telah menghina sang ibu yang telah melahirkannya di dunia sebagai manusia.

“Saye kan sudah sampaikan aspirasi mereke, memang saya tidak aspiratif? tapi cara dia memaki-maki dengan bilang anjing saya tidak bisa terima. Karena saya anggap ini menghina ibu saya, ibu saya kan melahirkan saya sebagai manusia,” bebernya.

Bang Midji, sapaan akrabnya, menjelaskan seharusnya tuntutan disampaikan dengan benar, bukan seenaknya memaki kepala daerah.

“Kenapa Korlap membiarkan orang  seperti ini jadi orator. Kalau cuma maki-maki orang anak kecil pun bisa. Tapi harusnya sampaikan secara apa yang dituntut, oh Omnibus Law ini pasal-pasalnya ini nda benar kan harus gitu. Ini cuma maki kepala daerah seenak aja kayak maki kita dijalanan memangnya die siape,” ungkapnya kesal.

Untuk yang telah mengatakan dirinya arogan dan anti kritik, Sutarmidji menuturkan bahwa pola pikir orang tersebut sama seperti perempuan yang melakukan orasi tersebut.

“Saye nggak arogan. Jadi yang bilang saye arogan, saye anti kritik itu pola pikir dia same dengan yang ngomong orasi tu,” terangnya.

Identitas perempuan tersebut sudah dikantongi oleh dirinya. Dirinya menjelaskan perempuan tersebut masih berumur dibawah 18 tahun.

“Identitasnya sudah. Menurut informasi dia bukan mahasiswa tapi pelajar, katanya pelajar SMA malah, karena umurnya belum 18 tahun setahu saya. Yang bersangkutan lahir 5 Mei 2003. Kita sudah tahu identitasnya, namenye juga sudah tahu, inisialnye P,” terang Gubernur Kalbar.

Biarpun perempuan tersebut melakukan permintaan maaf beribu kali, bagi Sutarmidji masalah hukum harus tetap dilaksanakan.

“Permintaan maaf itu urusan lain. Silahkan mau minta maaf 1000 kali pun dak pape. Masalah hukum ya masalah hukum, hadapi. Kita generasi yang intelek ya hadapi,” tuturnya.

Terkait pembelaan yang akan dilakukan aliansi mahasiswa Kalbar, Sutarmidji mempersilahkan hal tersebut. Dirinya meminta agar menyiapkan pengara bagi terlapor dan dirinya menunggu dimeja pengadilan.

“Nggak papa bela aja, bela ya nanti di pengadilan lihat yang benar mana. Mau bela gimanapun boleh tapi yang intelektual. Silahkan siapkan pengacaranya, siapkan semua itu. Kalau bela barang yang salah kan nanti orang ketawak. Kita tunggu di pengadilan aja,” tukasnya.

Komentar
Bagikan:

Iklan