Menteri Luar Negeri AS Disambut Demonstran Warga Palestina

Editor : Eno

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. (AFP)

Suara Kalba
r -Kunjungan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo disambut dengan demonstrasi warga Palestina. Hal tersebut saat ia mengunjungi Tepi Barat dalam kunjungan pertama yang dilakukan pejabat Amerika di Pemukiman penduduk bernotabene warga Israel.
Kunjungan kontroversial ini dilakukan setahun setelah AS mengakui kedaulatan Isreal atas dataran tinggi tersebut. Beberapa ada yang melempar batu ke arah tentara di sekitar zona industri, tempat Pompeo berada.

Dilansir dari Suara.com -- Jaringan Suarakalbar.co.id, lokasi tersebut, Mike Pompeo mengunjungi kilang anggur Psagot, dekat pemukiman Israel di Psagot, Tepi Barat.

Kebun anggur itu menamai salah satu produknya menjadi 'Anggur Pompeo' sebagai penghormatan atas pengumumannya tahun lalu bahwa pemerintahan Trump tidak akan lagi melihat permukiman Israel di Tepi Barat sebagai hal bertentangan dengan hukum internasional.

"Sungguh suatu berkah bisa berada di sini di Yudea dan Samaria. Semoga saya tidak menjadi Menteri Luar Negeri terakhir yang mengunjungi negeri yang indah ini," tulisnya Pompeo dalam buku pengunjung Psagot.

Pada Kamis pagi, Mike Pompeo mengumumkan kebijakan lain yang menyatakan Washington akan menunjuk kampanye Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) 'anti-Semit', yang berusaha mengisolasi Israel atas perlakuannya terhadap Palestina.

Israel melihat BDS sebagai ancaman strategis dan undang-undang yang disahkan pada 2017 memungkinkan Israel untuk melarang orang asing yang memiliki tautan ke BDS.

Aktivis membantah keras tuduhan itu, membandingkan embargo dengan isolasi ekonomi yang membantu meruntuhkan apartheid di Afrika Selatan.

Pompeo sejauh ini mendukung Trump dalam penolakannya untuk mengakui kekalahan dari Presiden terpilih Joe Biden. Kunjungan ini kemungkinan menjadi tur Eropa dan Timur Tengah terakhirnya.

Bahkan , Mantan Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) itu tidak memiliki jadwal pertemuan dengan pemimpin Palestina, yang dengan keras menolak sikap Trump tentang konflik yang telah berlangsung selama beberapa dekade, termasuk pengakuan Washington atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini