Mempawah Rengkuh Dua Emas di Kompetisi Sains Madrasah Kalbar

Editor : Dian Sastra


Siti Karomah dan Naura Shifa Adila yang merengkuh emas pada Kompetisi Sains Madrasah Tingkat Provinsi Kalbar, didampingi Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Mempawah, Rudiansyah dan Kepala MIN 2 Mempawah, Rabawi. (Foto Dok Kemenag Mempawah)

Mempawah (Suara Kalbar)-Siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Mempawah berhasil meraih dua emas pada Kompetisi Sains Madrasah Tahun 2020 tingkat Kalimantan Barat yang digelar secara daring, atau disebut KSMO.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Mempawah, Rudiansyah, kepada suarakalbar.co.id, mengungkapkan, keberhasilan siswa madrasah Mempawah meraih dua emas ini sangat membanggakan.

“Padahal jumlah peserta yang ikut serta se Indonesia berjumlah 66.778 siswa. Prestasi dua emas  di tingkat Kalimantan Barat ini patut kita syukuri,” kata Rudiansyah.

Kedua siswi MIN 2 Mempawah yang berprestasi tersebut adalah Siti Karomah, yang meraih Juara I Matematika Terintegrasi, serta Naura Shifa Adila, Juara I IPA Sains Terintegrasi.

Adapun rincian peserta se Indonesia yang mendaftarkan diri adalah 22.120 dari siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), 23.449 siswa Madrasah Tsanawiyah dan 21.208 siswa Madrasah Aliyah.

KSMO, tambah Rudiansyah, merupakan ajang berkompetisi dalam bidang sains yang diselenggarakan Kemenag. Kegiatan ini menjadi wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains, sekaligus menumbuhkembangkan budaya kompetisi yang sehat.

“KSMO bertujuan memotivasi siswa agar terus meningkatkan kemampuan intelektual, emosional dan spriritual. Kompetisi tersebut juga memberi kesempatan kepada siswa madrasah menjadi duta Indonesia yang dapat membanggakan bangsa,” bebernya.

KSMO 2020 digelar dengan sejumlah keunggulan, meski pada masa pandemi. Pertama, dari sisi konten, KSMO mengintegrasikan antara ilmu keislaman dan sains.

KSMO menuntut peserta mendapat bimbingan persiapan minimal dari lima guru. Di antaranya, guru sains (sesuai bidangnya), Fiqih, Alquran Hadis, Bahasa Inggris, Bahasa Arab dan guru IT.

“Pendampingan pada masa persiapan harus dilakukan secara kolaboratif, karena materi KSMO mengintegrasikan antara ilmu keislaman dan sains,” kata Rudiansyah.

Kedua, soal KSMO menggunakan tiga bahasa, yaitu Indonesia, Arab, dan Inggris, sehingga menuntut siswa peserta kompetisi bisa menguasai semuanya.

Keunggulan ketiga, KSMO memanfaatkan teknologi digital berupa Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Artifisial untuk mengukur dan menguji integritas peserta. 


Penulis : Tim Liputan

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini