Kearifan Lokal Masyarakat Desa Sekabuk Cegah Masuknya Covid-19

Editor : Dina Prihatini Wardoyo

Tim Tanggap Covid-19 dan Timanggong Desa Sekabuk, mengecek suhu tubuh warga pendatang saat dijemput di Kota Mempawah, sebelum diijinkan masuk ke desa. Sejak awal pandemi, Pemerintah Desa Sekabuk dan lembaga adat setempat menerapkan kebijakan ketat protokol kesehatan agar warganya terhindar dari Covid-19.

Mempawah
(Suara Kalbar) - Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, wajib disyukuri, sebab hingga kini masih nol kasus Covid-19. 

Berdasarkan data dari Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Mempawah, ternyata hanya terdapat 24 suspek di Kecamatan Sadaniang. Itu pun diawal pandemi. 

Dengan demikian, sembilan bulan Kabupaten Mempawah dilanda pandemi Covid-19, tak seorang pun yang dinyatakan terkonfirmasi di Kecamatan Sadaniang. 

Capaian prestasi tanpa terkonfirmasi positif ini, berkat kesadaran dan kekompakan seluruh komponen masyarakat, lembaga adat maupun pemerintah setempat yang memberdayakan kearifan lokal mencegah masuknya Covid-19 di daerah mereka. 

Sebelumnya, masyarakat adat Kecamatan Sadaniang telah beberapa kali menggelar ritual adat Balalak. Yang berarti upaya lockdown atau ritual tutup kampung untuk menutup semua potensi penyebaran virus Corona masuk ke daerah mereka. 

Bahkan pada 21 September lalu, masyarakat Desa Sekabuk, Kecamatan Sadaniang, juga menggelar ritual adat Buang Perahu. 

Kepala Desa Sekabuk, Andas Saputra, menjelaskan, kegiatan adat ini dilaksanakan untuk menolak bala, karena belakangan ini masyarakat, khususnya di Desa Sekabuk, sering mendapat musibah. 

“Apalagi kita masih dalam situasi pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir. Jadi ritual adat Buang Perahu diharapkan menjadi penangkal segala musibah di desa kami,” kata Andas Saputra yang didampingi Kasi Pemerintahan, Alex Candra, Timanggong Desa Sekabuk, Ajung L dan Pasirah se Desa Sekabuk kepada suarakalbar.co.id. 

Ritual adat Buang Perahu sesungguhnya pernah dilaksanakan 20 tahun lalu. Seiring kondisi berangsur aman tanpa musibah, ritual ini tak pernah digelar lagi. 

Namun karena tahun ini musibah banyak terjadi, masyarakat adat Desa Sekabuk merasa perlu melaksanakan lagi ritual Buang Perahu.  

Dan upaya terbaru dari Tim Tanggap Covid-19 Desa Sekabuk adalah, upaya melakukan penjemputan dan sterilisasi bagi warga pendatang yang berasal dari luar daerah pada Jumat (6/11/2020) malam, di Kota Mempawah, yang merupakan ibukota kabupaten. 

Sekretaris Desa Sekabuk, Kasmin, menjelaskan, proses penjemputan dan sterilisasi pendatang ini untuk memastikan bahwa yang bersangkutan bebas dari Covid-19. 

Proses penjemputan juga melibatkan Timanggong Desa Sekabuk dan Anggota Tim Tanggap Covid-19 Desa Sekabuk.

Ketika tamu hendak masuk kampung, langsung diperiksa suhu tubuh dan disterilisasi. Kemudian, dilakukan penyelidikan epidemiologi (PE) serta pengecekan data dokumen kependudukan yang bersangkutan. 

“Mohon dimaafkan jika merasa tak nyaman. Namun hal ini kami lakukan sejak pandemi Covid-19 melanda dunia. Kami ingin keselamatan masyarakat Sadaniang tetap terjaga dengan penerapan ketat protokol kesehatan,” ujar Kasmin lagi. 

Timanggong Desa Sekabuk, Ajung L, menyatakan, untuk menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat agar terhindar dari Covid-19, pemerintah desa selalu bekerja sama dengan seluruh semua pihak. 

“Kami lembaga adat dan pemerintah desa sangat serius dengan upaya pencegahan masuknya virus Corona ini. Mulai dari menggelar ritual adat, hingga penerapan ketat protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. Kami tak ingin kebobolan,” harapnya. 

Salahsatu bentuk langkah nyata keseriusan pencegahan Covid-19 itu, adalah dengan menjemput warga Sekabuk atau para pendatang asal luar daerah yang hendak masuk ke Sekabuk. 

Sebab Desa Sekabuk adalah salahsatu jalur pintu masuk Kecamatan Sadaniang. Setiap warga yang hendak masuk, akan dijemput di Kota Mempawah. Setelah melalui pengecekan suhu tubuh dan tahapan sterilisasi, baru boleh desa dimasuki. 

Sejak awal pandemi, kebijakan ini ditegakkan secara disiplin. Tidak ada pengecualian terhadap seorang pun. Dan menariknya, warga yang baru pulang dari luar daerah, atau pun para pendatang, akan dijemput dan dibawa menggunakan ambulan desa.  

“Kami akan terus berupaya agar Desa Sekabuk khususnya, dan Kecamatan Sadaniang umumnya, mematuhi edukasi protokol kesehatan ini sehingga nol kasus terkonfirmasi di daerah kami dapat dipertahankan,” ujarnya. 


Penulis : Dian Sastra/adv

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini