Ditolak Keluarga, Pemkab Mempawah Tanggung Biaya Penitipan 15 ODGJ

Editor : Suhendra Yusri
Kepala Bidang Sosial Dinas SPPPAPMPD Mempawah, Heru Agung YA

Mempawah (Suara Kalbar)-Pemerintah Kabupaten Mempawah belum bisa memulangkan 15 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tahun 2020 karena situasi pandemi Covid-19. 

Kepala Bidang Dinas Sosial PPPAPMPD Kabupaten Mempawah, Heru Agung YA, mengatakan, sebelumnya 18 ODGJ telah dibawa dan dirawat di Rumah Sakit Jiwa Singkawang dengan tanggungan BPJS. 

“Tiga orang dalam proses penyembuhan telah dipulangkan ke rumah masing-masing. Sisanya, 15 orang belum bisa dipulangkan ke Mempawah karena terkendala situasi Covid-19," ujar Heru. 

Kendala lainnya hingga ke-15 ODGJ tak bisa dipulangkan adalah, minimnya rumah singgah di Kabupaten Mempawah. Karenanya, demi keselamatan dan keamanan mereka, maka semuanya masih dititipkan ke RSJ Singkawang. 

Konsekuensinya, kata Heru, maka Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui Dinas Sosial PPPAPMPD mengeluarkan biaya tambahan untuk perawatan 15 ODGJ ini, sebab tak lagi dalam tanggungan BPJS. 

“Sebab dalam aturan BPJS, pasien tidak diperbolehkan lagi dirawat di RSJ lebih dari enam bulan. Jika lebih, maka menjadi tanggungan pemerintah daerah yang bersangkutan, dalam hal ini Pemkab Mempawah,” ujarnya.

Fakta lain yang cukup memilukan yaitu, penderita gangguan jiwa ini sebagian besar ternyata ditolak pihak keluarga untuk pulang ke rumahnya. 

Nah, demi kemanusiaan, juga sebagai wujud hadirnya negara bagi orang-orang yang terlantar, maka Pemkab Mempawah melalui Dinas Sosial akan membayar biaya penitipan 15 ODGJ itu hingga situasi memungkinkan untuk dipulangkan. 

Heru berharap Dinas Sosial Provinsi Kalbar segera membantu memberikan solusi. Misalnya, membangun balai atau tempat rehabilitasi sosial eks ODGJ. 

“Dengan demikian, masih ada harapan pihak keluarga untuk selalu datang menjenguk, memperhatikan dan merawat anggota keluarganya yang menderita gangguan jiwa ini secara lebih baik,” tutup Heru. 

Penulis : Dian Sastra


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini