Dinsos Kalbar Terima 275 Orang PMI Bermasalah dari Negeri Jiran

Editor : Suhendra Yusri
Petugas mendata sekaligus memeriksa kesehatan terhadap 275 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dideportasi dari Malaysia dan tiba di Kantor Dinas Sosial Provinsi Kalbar, Rabu (18/11/2020) pukul 01.00 dini hari.

Pontianak (Suara Kalbar) - Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat kembali menerima sebanyak 275 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dideportasi dari Malaysia pada Rabu (18/11/2020) pukul 01.00 dini hari.

 “Pada tanggal 18 November 2020 sekitar pukul 01.00 WIB dini hari bertempatkan di Dinas Sosial Provinsi Kalbar telah tiba rombongan deportasi dari Depot Imgresen Bekenu sebanyak 245 orang dan repatriasi sebanyak 11 orang dengan total jumlah 275 orang. Kedatangan ini difasilitasi oleh CIQS, Polsek dan POS BP2MI Entikong,”  ujar Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalbar, Golda M Purba kepada wartawan, Rabu (18/11/2020).

Dia menyampaikan, adapun jumlah PMI yang di deportasi dan repatriasi melalui PLBN Terpadu sebanyak 275 orang yang terdiri dari laki-laki sebanyak 215 orang dan perempuan 60 orang. Untuk Pekerja Migran Indonesia ini tersebar di 18 Provinsi yang berbeda di Indonesia.

“Dari Kalbar 146 orang, Jawa Timur 25 orang, Jawa Tengah 6 orang, Jawa Barat 11 orang, NTT 13 orang, Sumatera Utara 3 orang, Lampung 4 orang, NTB 16 orang, Sulawesi Selatan 31 Orang, Banten 2 orang, Kaltara 2 orang, Kaltim 1 orang, Bengkulu 1 orang, Jambi 1 orang, Sulawesi Tengah 1 orang, Sumatera Selatan 5 orang, Kalteng 1 orang dan Sulawesi Barat 6 orang,” kata Golda.

Mantan Kasat Pol PP Kalbar ini menjelaskan, kasus PMI yang dipulangkan tersebut antara lain tidak memiliki paspor, tidak memilik permit, kabur, ikut orang tua, ada yang operator judi online dan juga ada yang kedapatan membawa narkoba.

“Kasusnya ini yang tidak memiliki paspor 125 orang, tidak memilik permit 113 orang, kabur dari mahukan karena gaji tidak dibayar 1 orang, ikut orang tua 25 orang, operator judi online 10 orang dan membawa narkoba 1 orang,” ungkapnya.

Terakhir dirinya mengatakan sebelum proses asesmen dilakukan seluruh Pekerja Migran Indonesia mendapatkan pemeriksaan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat.  “Hasilnya keseluruhan sehat walafiat,” tukasnya.

Penulis : Yapi Ramadhan


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini