Dampak Covid-19 Bagi Tukang Pangkas Rambut di Karimun
![]() |
| Tempat Pangkas Rambut milik Markus Duha |
Karimun (Suara Kalbar) – Profesi seorang tukang pangkas adalah pekerja yang sangat mulia. Keluh-kesah dialami Markus Duha adalah pengunting rambut yang mangkal di kawasan Jalan A. Yani Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
“Untuk saat ini seorang tukang pangkas, seperti saya sangat mengeluh dan mungkin teman teman yang berprofesi sama seperti saya. Karena tidak dapat menutupi kebutuhan dan biaya operasional dapat juga menyimpan sedikit demi sedikit untuk bayar tempat,” tuturnya kepada media ini, Rabu (4/11/2020).
Ia menuturkan, dengan situasi saat ini pandemic Covid-19 yang biasanya orang pangkas 1 kali sebulan bahkan ada yang 2 sampai 3 Minggu sekali paskas , sekarang mau Sampai beberapa bulan baru pangkas.
“Biasa yang datang pangkas selain orang Karimun sendiri juga para TKI , warga asing datang gunting rambut. Yang jelas pada saat ini penurunan omset pemasukkan sengat menurun drastis , ibarat meminum air mata sendiri tidak tahu harus kepada siapa harus mengeluh, “tuturnya.
Dampak Covid 19 yang mengikat secara terus menerus mengakibat kan kelumpuhan ekonomi secara global. Khususnya di negeri berazam ini.
Yang mana Karimun Kepri , adalah salah satu kota transit arus keluar masuk terdekat, untuk para warga negara asing dan TKI asal Indonesia berpergian ke negara tetangga seperti singapore juga Malaysia.
“Karena kepala adalah mahkota yang harus dijaga, rambut adalah pesona keindahan terhadap manusia yang menunjukkan simbul positif terhadap seseorang,”tutupnya.
Penulis: Nia






