Cegah Covid-19 Semakin Meluas, Petugas Puskesmas Keliling di Sekayam Semprotkan Disinfektan

Editor : Dina Prihatini Wardoyo

Petugas medis semprot cairan disinfektan ditempat umum untuk cegah penyebaran covid19


Sekayam (Suarakalbar) - Rumah ibadah, sekolah dan pasar tradisional menjadi target penyemprotan disinfektan untuk mencegah penyebaran covid19 di Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat.

“Daerah perbatasan cukup tinggi aktivitas warganya selama pademi covid19, baik yang masuk ke perbatasan dan keluar daerah. Karena itu kami kembali melakukan penyemprotan cairan disinfektan disejumlah tempat,” ungkap Plt, Kepala Puskesmas Sekayam,Yustina, Selasa (10/11/2020).

Diakui Yustina, daerah perbatasan sangat rawan dan rentan terpapar oleh Covid19. Karena itu pihaknya terus berupaya maksimal mengajak warga perbatasan untuk menerapkan protokoler kesehatan, menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Selain itu penegakan hukum juga intensif dilakukan selama satu bulan penuh sejak dikeluarkannya perda no 47 tahun 2020 bulan Oktober lalu mulai diberlakukan. Ada ancaman sanksi sosial bagi warga yang melanggar prokes diantaranya tidak menggunakan masker.

“Jangan lupa cuci tangan siapkan handsanitizer, jaga jarak dan gunakan masker ketika beraktivitas diluar rumah. serta terap pola hidup yang sehat. jika kita terapkan itu semua bisa mencegah penyebaran covid19,” ujarnya.

Kepala Mis Al wardah Balai Karangan, Andika Kurnia mengatakan selama covid19 satgas bersama petugas medis kerap melakukan penyemprotan di lingkungan sekolah. 

“Dengan disemprotnya disinfektan dilingkungan sekolah jelas membantu sekolah dalam menjaga kesehatan guru yang selama ini masuk menyiapkan tugas bagi pelajar dirumah selama pademi ini,“ ungkap Andika.

Disampaikan Andika, sampai saat ini belajar masih dilakukan secara daring dan luring. Bagi pelajar yang tidak memiliki sarana internet orangtuanya mengambil tugas untuk anaknya. Satu pekan kemudian baru di antar kesekolah dan dilanjutkan dengan tugas yang berikutnya.

“Kami siap tatap muka, bahkan sarana pendukung untuk menerapkan protokoler kesehatan juga sudah tersedia. selama ini guru yang masuk juga wajib terapkan 3M,” pungkas Andika. 


Penulis : Agus Alfian

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini