BRICS NDB Berencana Mulai Pinjamkan Rubel pada 2021

Publisher

 

Seorang pegawai perusahaan swasta menghitung lembar uang kertas rubel di Krasnoyarsk, Siberia, 17 Desember 2014. (foto: VOA)

Suara Kalbar - Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov dalam konferensi pers, Senin (16/11), mengatakan Bank Pembangunan Baru (New Development Bank/NDB) berencana akan mulai memberikan pinjaman dalam bentuk mata uang rubel pada 2021.

Ryabkov, yang juga koordinator BRICS Rusia, menambahkan pinjaman itu akan membantu memenuhi kebutuhan peminjam Rusia secara lebih luas.

BRICS adalah kelompok informal lima negara, yang merupakan singkatan dari huruf pertama negara-negara anggotanya, yaitu Brazil, Rusia, India, Cina dan Afrika Selatan. Afrika Selatan bergabung dengan blok itu pada 2011, dan sejak saat itu kelompok itu disebut BRICS. Kelompok ini bertujuan mengembangkan kerja sama komprehensif dengan negara-negara anggotanya.

Salah satu bisnis yang menjanjikan bagi bank itu adalah memberikan pinjaman rubel untuk proyek infrastruktur berskala besar.

Negara-negara anggota BRICS juga membuat sistem pembayaran interkoneksi. Hal ini bukan untuk membentuk sistem pembayaran tunggal di dalam BRICS, tetapi lebih sebagai upaya untuk menciptakan protokol dan format sehingga sistem pembayaran seluruh negara menjadi kompatibel atau sepadan.

Bank Pembangunan Baru BRICS dibentuk bersama oleh kelima negara anggota untuk memobilisasi sumber daya bagi proyek pembangunan infrastruktur berkelanjutan di dalam BRICS dan negara-negara berkembang lainnya, juga negara-negara maju guna melengkapi kontribusi institusi-institusi keuangan kawasan dan multilateral lainnya. 

Sumber: VOA

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini