Bikin Dokter Tercengang, Sendok 15cm Nyangkut di Tenggorokan saat Makan

Publisher

Ilustrasi sakit tenggorokan. (foto: Suara.com)

Suara Kalbar - Seorang wanita asal China secara tidak sengaja menelan sendok baja tahan karat sepanjang 15cm saat makan semangkuk mie.

Wanita yang memiliki marga Wang ini pun harus dilarikan ke rumah sakit di Yangzhou, provinsi Jiangsu, China, tiga jam setelah menelan sendok tersebut.

Dokter menghabiskan waktu dua jam untuk menemukan sendok di perut Wang secara endoskopi, kemudian mengeluarkannya menggunakan kabel.

Hal ini cukup membuat sang dokter terheran-heran dan meragukan wanita 27 tahun tersebut saat menjelaskan mengapa ia bisa menelan sendok.

"Pertama-tama, Anda tidak akan menggunakan sendok untuk makan mie. Sendok ini lebih panjang dari sendok biasa dan juga tidak mudah ditelan," tutur Yin Jian, wakil direktur di departemen gastroenterologi Rumah Sakit Rakyat Jiangsu Utara.

Sang dokter menduga ada cerita lain di baliknya, namun sang wanita tidak mau banyak bicara.

South China Morning Post melaporkan bahwa Wang dipulangkan setelah sendok berhasil dikeluarkan.

Ternyata ini bukan satu-satunya kasus. Sebelumnya, seorang pasien dari Dongguan, provinsi Guangdong, hampir terbunuh ketika dia mencoba melegakan tenggorokannya dengan gagang spatula sepanjang 30cm.

Wanita yang tidak disebutkan identitasnya ini sedang memasak di dapur ketika ia tiba-tiba merasa sakit tenggorokan dan terengah-engah.

Awalnya ia mencoba menggaruk tenggorokan dengan jari, lalu sepasang sumpit, hingga akhirnya menggunakan gagang spatula.

Gagang itu masuk ke tenggorokannya hingga membuat wanita 31 tahun itu sulit bernapas. Ia pun dilarikan ke rumah sakit.

Dokter di Rumah Sakit Kanghua Kota, yang mengoperasi wanita itu, harus mengangkat sebagian besar kerongkongannya.

Setelah diperiksa, mereka mengatakan tidak menemukan tanda-tanda penyumbatan lain di tenggorokan yang mungkin membuatnya kesulitan bernapas.

Setelah dua minggu dirawat di rumah sakit, wanita itu dipulangkan. Namun, dia juga disebutkan mesti menjalani evaluasi psikiatris.

Sumber: Suara.com


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini