Belasan Komunitas Mempawah Tuntaskan Himpun Donasi Hanif Al-Fathan
![]() |
| Pengendara sepeda motor di Mempawah memberikan contoh yang baik kepada anak-anaknye saat berdonasi untuk Muhammad Hanif Al-Fathan yang dihimpun komunitas anak muda Mempawah Peduli 2020. |
Mempawah (Suara Kalbar)-Keluarga Tak Sedarah (KTS) Mempawah
dan belasan komunitas muda di Mempawah mengucapkan terima kasih kepada pengguna
jalan dan seluruh masyarakat yang telah memberikan donasi untuk biaya
pengobatan Muhammad Hanif Al-Fathan.
Ketua KTS Mempawah, Alex Candra, mengatakan, pihaknya dan
seluruh komunitas benar-benar bersyukur atas kepedulian yang ditunjukkan para
pengguna jalan maupun masyarakat dalam aksi donasi yang digelar Mempawah Peduli
2020, pada Sabtu dan Minggu, 28-29 November.
“Dana yang terhimpun akan kita salurkan untuk meringankan
beban kedua orangtua Muhammad Hanif Al-Fathan membiayai pengobatan di
rumahsakit,” katanya.
Dalam kesempatan itu pula, Alex menyampaikan permohonan maaf
apabila aksi pengumpulan donasi telah menganggu perjalanan para pengendara
selama melintasi Kota Mempawah.
“Semoga apa yang diberikan bapak dan ibu, para donatur ini,
akan mendapatkan pahala setimpal dari Allah SWT,” ujarnya mendoakan.
Dalam kesempatan itu pula, Alex mengapresiasi keikhlasan para
komunitas muda Mempawah yang meski hujan, tetap turun untuk mengumpulkan
donasi.
Mereka adalah BPK Oi Mempawah, Pemuda Muslim Indonesia (PMI)
Mempawah, YAWB Mempawah, MOONRAKER MEMPAWAH, GSC MEMPAWAH, MRWB Mempawah, I-JARI
Mempawah, Single Fighter Mempawah, Matic Trail Mempawah, Over Speed Mempawah
dan komunitas lain yang turut bergabung.
Dengan penerapan protokol kesehatan, para anggota komunitas
tetap solid, bekerja sama dan saling mendukung saat berada di lapangan.
“Saya berharap semoga kedepannya kita bisa bekerjasama
dengan baik untuk kegiatan sosial membantu masyarakat yang membutuhkan,” harap
Alex.
Seperti diberitakan, Muhammad Hanif Al-Fathan, yang baru
dilahirkan pada 13 November lalu, di Puskesmas Antibar, kini didiagnosa bayi
cukup bulan dengan memiliki sejumlah penyakit langka yang berat.
Diantaranya: infeksi darah (sepsis neonatorum), kemungkinan
hirschsprung atau penyakit langka yang menyebabkan bayi tidak bisa buang air
besar (BAB) sejak lahir.
Selain itu, Hanif juga dimungkinkan mengidap penyakit
jantung bawaan, pendarahan pada saluran cerna, hingga mengidap down syndrome
atau kelainan genetik yang menyebabkan penderitanya memiliki tingkat kecerdasan
yang rendah, dan kelainan fisik yang khas.
Hanif harus segera dioperasi. Namun kedua orangtuanya,
Muhammad Adi dan Ummi Kalsum, tidak memiliki biaya sepeser pun, hingga memohon
bantuan dari para dermawan.
Penulis : Muhammad Sandi






