WHO: Layanan Kesehatan Jiwa Terganggu selama Pandemi

Publisher

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto: VOA)

Suara Kalbar - Selama pandemi COVID-19, layanan bagi pasien sakit jiwa dan penyalahgunaan zat terganggu di seluruh dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization-WHO) hari Senin (5/10) menambahkan, COVID-19 diperkirakan semakin menyusahkan bagi banyak orang.

Dalam jumpa pers, direktur WHO bidang Kesehatan Jiwa dan Penggunaan Zat, Dévora Kestel, mengatakan hanya 7% dari 130 negara yang menanggapi survei WHO melaporkan bahwa semua layanan kesehatan jiwa sepenuhnya terbuka. 93% melaporkan membatasi layanan untuk berbagai gangguan.

Kestel mengatakan aspek COVID-19 yang terlupakan dan selalu menjadi tantangan adalah kesehatan jiwa. Dan bidang ini selalu kekurangan dana.

Banyak negara, terutama yang berpenghasilan rendah, tetap memberi layanan kesehatan jiwa di rumah sakit umum, tetapi banyak pasien menghadapi tantangan lain, kata WHO.

Layanan rawat jalan dan berbasis komunitas di negara-negara berpenghasilan menengah dan negara-negara kaya, lebih sering terimbas, kata WHO. Tetapi banyak negara kaya memanfaatkan telemedicine dan teknologi untuk menindaklanjuti pasien jiwa, katanya.

Sumber: VOA


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini