Utusan PBB untuk Yaman Kecam Bentrokan Maut di Hodeida

Publisher

 

Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths. (Foto: VOA)

Suara Kalbar - Seorang pejabat tinggi PBB, Kamis (8/10) mengecam bentrokan maut yang baru-baru ini terjadi di Hodeida, sebuah kota pelabuhan strategis di Yaman, yang menewaskan dan melukai puluhan orang. Ia mendesak semua pihak yang berperang di negara itu untuk segera menghentikan pertempuran..

Sejak Sabtu lalu, bentrokan pecah antara kelompok pemberontak Houthi dan pasukan pemerintah di wilayah selatan Hodeida. Sejumlah pejabat Yaman mengatakan, hingga Rabu, jumlah korban tewas telah mencapai 52 orang sementara korban luka sekitar 70 orang.

“Eskalasi militer ini tidak hanya melanggar kesepakatan gencatan senjata di Hodeida namun juga bertentangan dengan semangat perundingan yang difasilitasi PBB untuk mewujudkan gencatan senjata nasional, menyalurkan bantuan kemanusiaan dan ekonomi, serta memulihkan proses politik,” kata Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths dalam sebuah pernyataan.

“Saya masih berkomunikasi dengan semua pihak. Saya telah meminta mereka untuk menghentikan pertempuran, dan menghormati komitmen mereka terhadap kesepakatan Stockholm,” katanya.

Hodeida memainkan peran strategis di Yaman. Pelabuhan di kota itu menangani sekitar 70 persen impor barang-barang komersial dan bantuan kemanusiaan ke Yaman. Perang di Yaman merupakan krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Jutaan warga Yaman menderita kekurangan pangan dan tidak memperoleh akses ke layanan medis. Konflik itu telah menewaskan lebih dari 112.000 orang, termasuk warga sipil. 

Sumber: VOA


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini