Tolak Omnibus Law di Mempawah, Polwan Diajak Nikah

Editor : Suhendra Yusri

 

Poster-poster unik yang ditampilkan peserta aksi damai menolak Omnibus Law di DPRD Mempawah, Jumat (9/10/2020) sore.

Mempawah (Suara Kalbar)-Aksi damai ratusan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Mempawah Bersatu di DPRD Mempawah, menyisakan kisah unik yang bikin tersenyum, Jumat (9/10/2020) sore. 

Salah satunya adalah konten-konten unik yang tertulis pada poster peserta aksi damai yang bikin hati tergelitik.

Saat rombongan aksi damai tiba di halaman depan DPRD Mempawah, para polisi wanita (Polwan) yang berjaga-jaga, seketika tersenyum ketika membaca selembar poster yang dibawa mahasiswa. Isinya adalah “POLWAN NIKAH YUK”. 

Dan tak hanya Polwan yang tersenyum, para wartawan yang meliput aksi damai tersebut ada yang kontan tertawa terbahak-bahak. 

“Ade-ade jak budak-budak nih. Tapi mantap, kreatif dan menghibur,” ungkap Harry Gunawan, wartawan media online. 

Ketika sang mahasiswa terus merangsek ke depan, giliran staf DPRD dan sejumlah petugas kepolisian pria yang tersenyum membaca poster ajakan nikah untuk Polwan. 

Belum hilang rasa humor karena poster itu, ada lagi alat peraga aksi damai yang bertuliskan “PERHATIAN DILARANG BUANG SAMPAH DI SINI”, yang kontan bikin para warga yang menyaksikan aksi itu tertawa lebar. 

Salah satu koordinator aksi damai, Shalihin, ketika dihubungi, membenarkan berbagai macam poster unik yang ditulis dan dibawa saat ke DPRD Mempawah.

“Dari poster unik itu, kawan-kawan di Aliansi Pemuda Mempawah Bersatu ingin memberi pesan kepada masyarakat, aparat TNI/Polri dan juga Anggota DPRD agar tidak perlu tegang menerima kedatangan kami,” ujarnya. 

Ia menegaskan, sejak awal pihaknya sudah secara tegas menggariskan kepada seluruh peserta aksi damai agar tidak berbuat anarkis. 

“Mulai dari titik kumpul di Taman Mempawah, titik memarkir motor di Masjid Agung Al-Falah, hingga berjalan kaki ke DPRD, harus tetap menunjukkan etika dan semangat kebersamaan,” ujarnya seraya tersenyum. 

DPRD adalah rumah rakyat, yang dibangun dengan uang rakyat. Sebagai mahasiswa yang merupakan bagian dari rakyat, maka peserta aksi damai telah bertekad untuk berbuat sebaik mungkin guna menarik simpati. 

“Alhamdulillah, dari awal hingga akhir, aksi damai berjalan baik dan lancar. Saya mengapresiasi sikap kawan-kawan yang menjunjung tinggi etika selaku mahasiswa yang terpelajar. Bahkan usai aksi damai, kami berfoto bersama dengan aparat TNI/Polri,” ucap Shalihin.

Dalam kesempatan itu, ia mewakili Aliansi Pemuda Mempawah Bersatu mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPRD, Ria Mulyadi, Wakil Ketua DPRD, Sayuti, para anggota DPRD, para jurnalis dan personel TNI/Polri yang telah mengawal aksi damai mereka dengan baik. 

Penulis : Dian Sastra


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini