Tiga Ulama Sampang Hadiri Maulid Nabi di Desa Galang
![]() |
| Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, memberikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di rumah Kepala Desa Galang, Rasidi, yang terasa istimewa atas kehadiran tiga ulama asal Sampang, Jawa Timur, Selasa (27/10/2020). |
Mempawah (Suara Kalbar)-Masyarakat Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, menggelar maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H di rumah Kepala Desa Galang, Rasidi, Selasa (27/10/2020).
Menariknya, peringatan maulid ini turut dihadiri tiga ulama asal Sampang, Jawa Timur, yakni Sholeh Sayuti, Pengasuh Pontren Bustanul Ulum Jrangoan Omben, Nasir Sayuti dan Lora Ahmad Qusyairi.
Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, dalam sambutannya, mengatakan, perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW pada tahun ini berbeda karena situasi nasional yang tengah dalam pandemi Covid-19.
“Kita saat ini tengah dalam ujian dari Allah SWT dengan hadirnya virus Corona atau Covid-19. Dengan momentum peringatan maulid dan syafaat Nabi Besar Muhammad SAW serta doa para ulama di tengah-tengah kita, semoga pandemi virus ini cepat berakhir,” katanya.
Dengan demikian, tambahnya, kehidupan akan kembali normal seperti biasanya. Muhammad Pagi juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengintrospeksi diri apa yang telah dilakukan selama ini.
“Yang penting adalah, bagaimana kita memaknai peringatan maulid ini untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kepada Allah SWT sebagaimana yang telah diajarkan Nabi Muhammad SAW ,” imbuhnya.
Muhammad Pagi lantas memberikan motivasi agar umat Islam terus membangun komunikasi, perkuat kebersamaan dan meningkatkan ukhuwah Islamiah.
“Jika ada kekurangan atau kelemahan, mari kita perbaiki. Persoalan yang besar, ayo kita perkecil. Terus jaga kekompakan agar Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, tetap menjadi daerah yang baldatun thayyibantun Wa Robbun Ghafur,” harap dia.
Selanjutnya, Muhammad Pagi mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT agar pandemi Covid-19 segera berakhir.
Dalam peringatan maulid di Desa Galang ini, bertindak sebagai pemberi tausiah adalah Lora Ahmad Qusyairi yang menyampaikan ajakan untuk memantapkan kecintaan umat kepada Rasullullah SAW dengan memaknai momentum maulid untuk mengintrospeksi diri.
“Tingkatkan kualitas hubungan kita kepada Allah SWT dan juga kepada manusia. Yang baru keluar dari acara Maulid, jangan lagi benci sama tetangganya,” ucapnya.
Jika makna maulid telah ada di dalam hati, maka rahmat Allah SWT akan turun. Saling memaafkan adalah buah manis dari peringatan maulid.
“Maafkan orang-orang yang telah membenci kita, memfitnah kita. Begitu pula jika kita memiliki kebencian kepada orang lain, maka hilangkan itu semua. Insya Allah, seluruh rahmat Allah Taala akan turun kepada kita,” ujarnya.
Penulis : Dian Sastra






