Tenda Tempat Berteduh 20 Petani Ditimpa Pohon, Empat Meninggal Dunia di Ansiap

Editor : Suhendra Yusri
Keempat jenazah petani yang meninggal dunia ketika tenda tempat mereka berteduh ditimpah pohon berukuran 30 meter di Desa Ansiap, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat

Mempawah (Suara Kalbar)-Empat dari 24 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Kuranyi Batu Desa Ansiap, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, meninggal dunia karena tertimpa pohon. 

Keempatnya mengalami kecelakaan kerja, ketika sedang berteduh dalam sebuah tenda yang berisi 20 orang, karena diguyur hujan lebat usai menanam padi di Hutan Sekek Udas, Dusun Tikalong, Desa Ansiap, Kamis (1/10/2020) pukul 14.00 WIB. 

Kapolres Mempawah, AKBP Tulus Sinaga, melalui Paur Humas, Bripka Susworo Putu Sastro, ketika dikonfirmasi, membenarkan kejadian tersebut. 

Dijelaskan, keempat petani yang meninggal dunia adalah Matius Nomi, berjenis kelamin laki-laki, usia 44 tahun, Agustina, berjenis kelamin perempuan, usia 21 tahun, Missia Eli Alina, berjenis kelamin perempuan, usia 46 tahun, dan Krismonika, berjenis kelamin perempuan, usia 25 tahun. 

Kejadian bermula ketika 24 anggota Kelompok Tani Kuranyi Batu berangkat menuju lokasi ladang yang ada di Hutan Sekek Udas, Dusun Tikalong, untuk bergotong-royong menanam padi, sekitar pukul 07.00 WIB.  

Berdasarkan keterangan saksi yang ikut dalam rombongan kelompok tani itu, jarak antara ladang dengan perkampungan Dusun Tikalong sekitar 3 km. Dengan berjalan kaki, mereka tiba di lokasi sejam kemudian. 

“Sesampainya di sana, saksi, korban dan rekan-rekannya langsung menanam padi dengan cara menugal. Luas lahan sekitar 0,5 hektar. Sempat istirahat satu jam untuk makan, anggota kelompok tani kemudian melanjutkan penanaman padi pukul 13.00 WIB,” jelas Susworo. 

Sekitar pukul 14.00 WIB, mulai turun hujan lebat yang disertai angin kencang. Lalu para petani ini mendirikan tenda dari terpal, dengan luas 8 meter x 16 meter sebanyak dua buah. Jarak antara tenda sekitar 5 meter.

Tenda pertama ditempati 20 petani dan tenda kedua ditempati empat orang. Posisi duduk saling berhadapan atau membentuk dua barisan. 

Saat berteduh itulah, tiba-tiba sebatang pohon tumbang dan menimpa tenda pertama yang ditempati 20 orang petani. 

Batang pohon menimpa Matius Nomi di bagian leher, Krismonika di bagian kepala, Agustina di bagian kepala dan Missia Eli Alina juga di bagian kepala. 

“Tiga petani meninggal dunia di tempat kejadian, sedangkan Krismonika meninggal dalam perjalanan menuju puskesmas,” jelas Susworo lagi. 

Menurut saksi, pohon yang tumbang berjenis pohon kayu Melaban berdiameter 30 cm dan panjang 30 meter. Pohon ini telah mati, tidak ada lagi dahan dan ranting. 

Karena terjangan angin yang sangat kuat, pohon ini tumbang, bahkan tercabut hingga ke akarnya. Sementara jarak pangkal pohon itu dengan tenda pertama sekitar 20 meter. 

Kapolsek Toho, Iptu Dodi D Supeno, bersama anggota yang mendapat laporan dari warga setempat, segera bergegas ke lokasi. 

“Jarak lokasi yang jauh ke dalam hutan, ditambah lagi sulitnya sinyal telepon selular membuat proses evakuasi berjalan lambat. Jenazah para petani telah diantarkan ke rumah korban masing-masing malam itu juga,” pungkas Susworo. 


Penulis : Dian Sastra


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini